Konfilk Akibat Perkebunan Sawit Jika Dibiarkan Akan Timbulkan Gejolak Sosial

JAKARTA (suarakawan.com) – Keberadaan dan kehadiran perusahaan perkebunan kelapa sawit ditengah masyarakat merupakan wujud dan partisipasinya dalam pembangunan masyarakat khususnya dalam rangka peningkatan ekonomi serta pendapatan masyarakat khususnya di pedesaan

Demikian disampaikan anggota Dewan Perwakilan Daerah, Abdul Ghafar Usman dalam diskusi bertema “Prospek dan tantangan Industri Sawit Nasional 2012” di Presroom Nusantara III DPR,beberapa saat yang lalu, Rabu (29/02)

“Bentuk nyata petusahaan sawit itu yakni pembangunan lahan perkebunan kepala sawit mellalui pola kemitraan dan kerjasama lainnya dengan masyarakat,” terangnya

Namun demikian, Abdul Gafar menagatakan bahwa ada perkebunan kelapa sawit ini bisa juga menimbulkan efek negatifnya

“Kehadiran perkebunan kelapa sawit membuka peluang munculnya konflik – konflik antara perusahaan dan masyarakat yang dipicu oleh berbagai isu seperti pencemaran lingkungan dan persengketaan lahan,” terangnya

“Konflik yang ada sekarang jika tidak dikelola dan tidak ditangani dengan cepat dan tepat akan dapat menimbulkan gejolak sosial di tengah masyarakat yang pada akhirnya akan mempengaruhi ketertiban dan keamanan,” demikian abdul Ghafar.(pra/jto)

 

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Konfilk Akibat Perkebunan Sawit Jika Dibiarkan Akan Timbulkan Gejolak Sosial"