Konferensi Internasional Guru Besar dan Dosen Bahas Disiplin Ilmu

IMG-20170505-WA0008-1

SURABAYA (suarakawan.com) – Ahli dan Dosen Republik Indonesia (ADRI) menggelar Konferensi Internasional ke-13 di Surabaya, 5-6 Mei. Konferensi yang digelar setiap tahun ini dihadiri puluhan guru besar, dan dosen dari berbagai perguruan tinggi dari berbagai negara.

“Pesertanya, selain guru besar dan dosen dari Indonesia juga ada dari Malaysia, Jepang, Korea, Thailand serta beberapa negara lainnya,” kata Ketua panitia Konferensi Internasional, Prof Supari Muslim, kepada wartawan di sela pembukaan Konferensi Internasional Ahli dan Dosen di gedung Bank Jatim, Jumat (5/5).

Dijelaskan, para ahli dan dosen bertemu untuk saling tukar informasi ubdate ilmu pengetahuan. Mereka membahas seluruh disiplin ilmu mulai dari teknologi, sains, engineering, edukasi, vokasional, ekonomi, bisnis, matematika, serta beberapa disiplin ilmu pengetauan lainnya.

“Semua ilmu yang dibahas dalam konferensi ini bermanfaat. Ilmu yang dibahas itu ilmu yang mutakhir. Perkembangan ilmu di masing-masing bidang yang mutakhir. Jadi, ilmu itu bertugas mensejahterakan umat manusia,” ujarnya.

Menurutnya, dari konferensi internasional yang pertama hingga ketiga belas, hampir semua terkait dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Yang dibahas adalah bagaimana standart-standart kualitas pendidikan, kerjasama antar 10 negara dilakukan untuk kepentingan bersama masyarakat Asean dan sertifikasi tenaga kerja.

Jika dulu perhatian dunia di Eropa dan Amerika, saat ini bergeser ke Asia sehingga seluruh dosen dan ahli harus ikut mengantisipasi. Dunia akan terus bergerak. “Siapapun termasuk dosen dan ahli harus ikut bergerak dan ubdate ilmu pengetahuan agar tidak tertinggal oleh zaman,” tandasnya.

Berkumpulnya para ahli dan dosen ini, lanjutnya, bukan dilandasi atas kondisi pendidikan. Tapi, justru menjadi tantangan. Siapa saja yang tidak meningkatkan diri kualitasnya, jangan menyesal suatu ketika akan tertinggal. Karena dunia ini terus bergerak. “Kalau tidak mengikuti ya ketinggalan,” ucapnya.

Tantangannya utamanya, tambahnya, yaitu diantara lingkungan dosen kualitas terus ditingkatkan. Dengan harapan kualitas mahasiswa meningkat. “Kualitas mahasiswa meningkat itu untuk menjawab tantangan perkembangan dunia. Jadi, dunia itu tidak lepas dari kompetisi,” tutur Dosen Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ini. (Bng/rur)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *