Kondisi Terkini Mata Novel Baswedan Pasca Operasi

novel

JAKARTA (suarakawan.com) – Kondisi mata penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengalami tekanan cukup signifikan pasca menjalani operasi, Kamis (18/5) lalu. Namun hal itu dianggap sebagai efek samping dari operasi.

“Pasca operasi, kondisi mata kiri mengalami peningkatan tekanan dari Sabtu (19) ke Minggu (23). Namun dipandang sebagai bagian dari efek pasca operasi, termasuk kotoran pada mata yang terus dibersihkan,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Senin (22/5).

Selain tekanan tinggi, mata kiri Kasatgas penyidikan korupsi proyek e-KTP itu juga sama sekali belum mampu melihat huruf. Berbeda dengan mata kanannya yang mampu melihat meski dengan ukuran besar.

“Mata kiri belum dapat membaca huruf sama sekali, sedangkan mata kanan bisa melihat huruf dan angka dalam ukuran besar,” ujarnya.

“Kita harap progress penanganan kasus ini memiliki perkembangan yang cukup baik ke depan. Apalagi hari ini sudah masuk ke hari ke-41 pasca Novel diserang,” imbuh mantan aktivis Indonesian Corruption Watch (ICW) itu.

Diketahui, Novel disiram air keras usai menjalankan salat Subuh di masjid Al-Ihsan dekat rumahnya, Selasa (11/4). Novel disiram air keras oleh dua orang yang berboncengan sepeda motor di dekat rumahnya. Air keras itu mengenai satu matanya.

Penyidik yang dikenal berani menangani kasus korupsi besar itu dilarikan ke RS Mitra Keluarga Kelapa Gading kemudian dipindahkan ke RS Jakarta Eye Center (JEC) untuk mendapatkan perawatan intensif. Selanjutnya pada Rabu (12/4), dia diterbangkan ke salah satu rumah sakit di Singapura.

Guna mengungkap kasus ini, Polda Metro Jaya dan KPK sepakat menggelar koordinasi secara rutin setiap dua minggu sekali. Akan tetapi koordinasi tersebut ditegaskan kedua belah pihak bukan sebagai langkah awal pembentukan tim independen. (mer/rur)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Kondisi Terkini Mata Novel Baswedan Pasca Operasi"