Kompetensi Tenaga Kerja Indonesia Masih Rendah

Tidak ada komentar 6 views

SURABAYA (suarakawan.com) – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Timur, menilai kualitas sumber daya manusia di bidang ketenagakerjaan di Indonesia, masih menjadi masalah hingga kini karena kualitas yang masih rendah. Wakil Ketua Apindo Jawa Timur, Anton Bagianto mengatakan, masalah upah yang rendah dipengaruhi oleh kompetensi buruh atau pekerja yang masih kurang, sehingga menjadikan produktifitas yang dihasilkan belum cukup tinggi.

“Agar produktifitas tinggi diperlukan kompetensi, sebetulnya kita sudah punya SKKNI (Standard Kompetensi Kerja Nasional Indonesia), masalahnya SKKNI itu tidak banyak SLP-SLP yang mendukung ke SKKNI itu,” kata Anton Bagianto, Kamis (23/06).

Selama ini lanjut Anton, banyak Balai Latihan Kerja yang kurang mengacu pada SKKNI, sehingga banyak perusahaan yang belum mengirimkan pekerjanya untuk dilatih di sana. “Para murid di SMK, juga belum banyak yang dikirim untuk berlatih disana, sehingga tenaga siap kerja masih minim.”

Sementara itu bidang pertanian masih menjadi sektor dengan produktifitasnya paling rendah. “Dari 52 persen warga Indonesia yang bekerja di sektor pertanian, baru 17 persen kontribusi yang diberikan. Sementara dari 2 persen warga Amerika Serikat yang berprofesi sebagai petani, produksi hasil pertanian mampu mencapai 10 persen,” ujar Anton yang menambahkan bahwa peralatan dan mesin pertanian moderen yang dipakai menjadi penunjang tingginya produksi pertanian di Amerika Serikat.

Upah buruh juga seringkali menjadi masalah karena upah yang diberikan mengacu pada pada kebutuhan fisiologi, dan belum mengarah pada peningkatan produksi. Dengan tingginya kompetensi yang dimiliki pekerja di Indonesia, maka upah yang tinggi dapat diberikan. “Maka sistem pengupahan juga harus di rombak,” tandasnya.(PetrusR/nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Kompetensi Tenaga Kerja Indonesia Masih Rendah"