Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Komnas HAM: Jangan Memelintir Berita

04 Jun 2017 // 14:53 // HUKUM & KRIMINALITAS

120313105212_habib_riziek_syihab_640x360_bbc_nocredit

JAKARTA (suarakawan.com) – Komisioner Subkomisi Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Siane Indriani menegaskan pihaknya menampik tudingan hanya membela salah satu pihak dalam dugaan kriminalisasi ulama dan aktivis.

“Kami terima kasih mendapatkan pengaduan lengkap. Tapi, seolah-olah pengaduan yang diterima adalah Habib Rizieq, Islam dan non Islam. Saya ingin menegaskan, jangan memelintir berita. Jangan diframing kita seolah membela Habib Rizieq saja,” kata Siane, belum lama ini.

Sebab, kata dia, pihak yang mengadu ke Komnas HAM bukan hanya Habib Rizieq, tetapi juga masyarakat lain.?

“Kami juga mendampingi membantu putri proklamator (Rachmawati Soekarnoputri), termasuk para purnawirawan (Kivlan Zein). Semua yang datang ke sini pasti kami tangani,” ?bebernya.

Siane menyatakan, Aksi Bela Islam maupun penangkapan sejumlah ulama dan aktivis adalah akibat dari penegakkan hukum yang dinilai masyarakat tidak tegas.

“Ini semua dikaitkan dengan peristiwa pada Ahok. Jadi, ini semua sebab akibat. Jangan hanya melihat akibatnya tapi juga sebabnya. Dengan perlakuan para aparat secara sistematis bisa kami dapatkan benang merah. Yang bisa menunjukan keterkaitan kasus Ahok dengan kasus yang menimpa teman-teman yang mengadu pada Komnas HAM,” jelasnya.?

“Kami mengapresiasi (pengaduan masyarakat), yang disebut radikal, Anti-Pancasila tapi masih percaya kepada Komnas HAM. Justru ini merupakan kewajiban kami untuk menjalankan sebaik-baiknya,” ujar Siane. (ts/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini