Komisi Etik Belum Tentukan Pemeriksaan Pimpinan KPK

Syafii Ma'arif (berdiri)

JAKARTA (suarakawan.com) – Komite etik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan akan mengumumkan pimpinan KPK yang akan diperiksa. Pemeriksaan petinggi KPK yang dituding oleh bendum partai Demokrat, M Nazaruddin terlibat dalam suap wisma atlet akan dimulai pekan depan.

Namun demikian, anggota komite etik, Syafii Ma’arif mengatakan rapat tersebut belum memutuskan siapa yang mendapatkan giliran pertama untuk diperiksa.

“Belum , belum ada yang baru,” kata Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini, Jumat (05/08).

Pendiri Maarif Institute mengaku kondisi rapat kedua komite etik mengalami keruwetan. Buya Maarif belum bisa memastikan apakah ketua KPK, Busyro Muqqodas ikut diperiksa oleh Komite etik  yang dipimpin oleh Abdullah Hehamahua tersebut. “Belum, belum sampai ke arah sana,” imbuhnya.

Sementara itu, ketua komite kode etik KPK, Abdullah Hehamahua mengatakan rapat kali ini mengalami keruwetan.

“Ruwet,ruwet tadi. Berita-berita kalian itu yang bikin ruwet,”jelas calon pimpinan KPK ini.

Abdullah menuturkan rapat kedua kali ini hanya mengumpulkan bahan keterangan. Sedangkan, untuk jadwal pemeriksaan sendiri, kata Abdullah, akan diputuskan Selasa pekan depan.

“Belum ya, sekarang masih mengumpulkan bahan keterangan, hari Selasa pekan depan baru akan ditentukan jadwalnya,” ucap Abdullah ketika dihubungi suarakawan.com.

Seperti diketahui, KPK memutuskan untuk membentuk komite etik yang bertugas untuk memeriksa dan meminta keterangan kepada petinggi KPK soal “nyanyian” M Nazaruddin terkait merekayasa kasus suap pembangunan wisma atlet SEA Games, Palembang.

Adapun nama-nama yang disebut-sebut itu  selain unsur pimpinan Chandra M Hamzah dan M Jasin berdasarkan tudingan Nazaruddin adalah Deputi Penindakan, Ade Rahardja dan Juru Bicara Johan Budi.(syd/nas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *