Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Komisi C DPRD Jatim Pastikan Pendapatan dari Pajak Motor Meningkat

18 Jul 2017 // 19:18 // EKONOMI, HEADLINE

gedung-DPRD-Jatim3

SURABAYA (suarakawan.com) – Komisi C DPRD JAwa Timur mengapreasiasi kinerja pendapatan pajak daerah di Badan Pendapatan Daerah Jawa Timur. Data menunjukkan, hingga 30 Juni 2017 tercapai 54.20 persen. Meningkat dibandingkan waktu yang sama pada tahun 2016 yang hanya mencapai 50.89 persen.

Anggota Komisi C DPRD Jatim, Irwan Setiawan mengungkapkan, secara lebih detail kinerja pendapatan dari sektor Pajak kendaraan bermotor (PKB) sampai 30 juni 2017 tercapai 51.77 persen.

“Pajak Kendaraan bermotor meningkat dibandingkan tahun 2016 yang hanya mencapai 49.78 persen,” terang Irwan, saat kunjungan di UPT Pendapatan pemprov Jatim cabang Tulungagung, Selasa (18/7).

Namun, lanjut Irwan, terjadi penurunan kinerja pendapatan pada sektor BBNKB (be balik nama kendaraan bermotor) sampai 30 juni 2017 hanya mencapai 54.88 persen. Padahal pada waktu yang sama tahun 2016 mencapai 57.13 persen. “Ini kaitannya dengan orang beli kendaraan baru,” jelas politisi PKS ini.

Secara umum, Irwan menilai Kinerja UPT Tulungagung dalam sektor Pajak kendaraan bermotor diatas provinsi yang mencapai 53 persen sampai juni 2017. Kinerja pendapatan sektor BBNKB jika dibandingkan dengan provinsi sudah diatasnya yaitu mencapai 53.78 persen.

“Namun jika dibandingkan dengan tahun 2016 pada wktu yang sama, sektor BBNKB juga terjadi penurunan sebesar 2.54 persen,” urainya.

Hal lain yang terungkap, kinerja pencairan tunggakan ditingkat provinsi mencapai 12.48 persen yaitu 113 milyar dari 912 milyar jumlah tunggakan. Sedangkan di UPT tulung agung, kinerja pencairan tunggakan mencapai 11.58 persen atau 2 milyar dari 17 milyar.

Irwan berpendapat, kinerja jajaran badan pendapatan daerah perlu diiringi dengan kesungguhan masyarakat untuk membayar pajak kendaraan bermotor. “Kami berharap agar para wajib pajak yang mempunyai tunggakan segera menyelesaikan kewajibannya,” himbaunya.

Perlu diketahui jumlah kendaraan bermotor di Jawa Timur saat ini mencapai 18 juta. Meningkat dibandingkan tahun 2016 yang hanya mencapai 16 juta. (aca/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini