KJPL Tinjau Ekowisata Mangrove Wonorejo

Tidak ada komentar 5 views

Pengunjung berpose di dermaga Ekowisata Mangrove Wonorejo

SURABAYA(suarakawan.com)-Maraknya pemberitaan mengenai berbagai permasalahan di ekowisata mangrove Wonorejo Kecamatan Rungkut rupanya membuat pengelola ekowisata tersebut gerah dan mengundang Komunitas Jurnalis Peduli Lingkungan (KJPL) untuk datang meninjau lokasi pada Selasa (17/05).

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, KJPL dan berbagai elemen masyarakat yang peduli mangrove sempat wadul ke Wakil Walikota Surabaya Bambang DH mengenai carut marut masalah ekowisata mangrove Wonorejo.

Dalam pertemuan tersebut, wawan some, salah satu penggiat lingkungan menyatakan bahwa ada indikasi penyelewengan dalam pembuatan jogging track senilai Rp 600 juta yang kini sudah banyak yang rusak.

Selain itu Wawan menyatakan bahwa keberadaan ekowisata yang kurang ramah lingkungan seperti penanaman mangrove yang tidak terkoordinasi malah merusak ekosistem yang ada.

“Keberadaan kapal ekowisata yang cukup bising dan menimbulkan gelombang air sungai yg cukup besar membuat burung-burung jarang terlihat lagi. Bahkan tangkapan udang nelayan sudah tak ada lagi,”ungkap Wawan dihadapan Bambang DH.

Menanggapi hal itu, Bambang DH mengaku juga kecewa dengan kinerja kontraktor fasilitas ekowisata Mangrove yang dinilainya tak sesuai dengan harapan dan konsep yang ditetapkan sejak awal.

Sementara Joko, pengelola Ekowisata Mangrove Wonorejo menolak semua tudingan tersebut. “Jika kapal ekowisata di kambinghitamkan, sebelum ada perahu ekowisata juga ada kapal nelayan yang melewati daerah itu sejak dulu. Silahkan rekan-rekan KJPL melihat dan membuktikan secara langsung,” papar Joko.

Namun demikian, Joko mengaku siap melakukan perbaikan-perbaikan demi terlaksananya ekowisata mangrove yang benar-benar ramah lingkungan dan bernuansa pendidikan alam seperti mengkoordinasi penanaman mangrove oleh masyarakat umum.(jto/nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "KJPL Tinjau Ekowisata Mangrove Wonorejo"