KJPL Sayangkan Tak Ada Media Center Dalam Kemah Hijau

Salah satu mainan tradisional dikenalkan di kemah hijau

SURABAYA (suarakawan.com) – Hari Senin (18/07) adalah hari terakhir pelaksanaan Kemah Hijau yang digelar BLH Jatim bersama Tunas Hijau. Kemah Hijau yang diikuti sekitar 400 siswa dan guru dari 85 sekola Adiwiyata di Jatim ini digelar dalam rangka peringatan hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Beragam aktifitas digelar. Mulai dari pengenalan permainan tradisional yang mulai punah, pengenalan jurnalistik lingkungan, pemutaran film perusakan lingkungan, mural kemah hijau dan pengenalan pemantauan kualitas air dengan indikator biologi.

Teguh Ardi Srianto Ketua KJPL Indonesia yang juga diundang sebagai peninjau dalam pelaksanaan kegiatan tersebut mengatakan,”Agenda Kemah Hijau itu cukup bagus, dan lebih bagus lagi, kalau disertai dengan aksi nyata di lapangan, dengan penanaman pohon di lokasi hutan yang sudah gundul.”

Menurut Teguh, kalau agendanya sekedar hura-hura dan dari satu hiburan ke hiburan lainnya, tanpa aksi nyata dilapangan, maka akan sangat jelas, kalau agenda itu hanya untuk menghabiskan APBD Jawa Timur, yang dititipkan di Badan Lingkugan Hidup.

Ketua KJPL Indonesia itu juga mengatakan,”Kalau dalam agenda Kemah Hijau akan ada rencana penebaran 10 ribu bibit ikan, yang akan dilakukan Sukarwo Gubernur Jawa Timur, maka sebaiknya penebarannya dilakukan di Kali Brantas, karena jumlah ikan di Kali Brantas sekarang sudah berkurang, dan itu jadi ancaman untuk warga Jawa Timur ke depan.”

Selain itu, Teguh juga menyayangkan bahwa dalam even sebesar Kemah Hijau tersebut tidak ada fasilitas media center sehingga publikasi akan membuat gaung acara tersebut semakin besar.

“Ada banyak informasi dan berita menarik disini. Sayang panitia kurang melibatkan media sehingga banyak hal bagus yang tidak terpublikasi. Seandainya ada media center tentu upaya penyelamatan lingkungan ini bisa lebih tersebarluaskan.(jto/nas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *