KJPL Kutuk Keras Pembalakan Liar Manggrove

Tidak ada komentar 8 views

Hutan Mangrove(ilustrasi)

SURABAYA (suarakawan.com)– Munculnya pemberitaan di berbagai media, tentang kasus pembalakan mangrove secara liar di Kawasan Hutan Konservasi Mangrove, Mulyorejo, seluas 10 hektar, membuat mata dan hati warga Surabaya terbelalak dan bertanya, kenapa dan mengapa bisa terjadi.

Menanggapi masalah itu, Komunitas Jurnalis Peduli Lingkungan( KJPL) Indonesia, menyikapi dengan tegas dan mengutuk keras serta prihatin.

“Ini adalah tragedi lingkungan yang sangat memprihatinkan dan menampar Pemkot Surabaya, sebagai pemangku kebijakan di Surabaya,” kata Teguh Ardi Srianto, Ketua KJPL, dalam rilis kepada Suarakawan.com

Teguh menambahkan, pembalakan liar yang terjadi di Mulyorejo, harusnya tidak boleh terjadi, kalau pengawasan Muspika di kawasan itu sangat jeli dan ketat.

” Sangat tidak mungkin, kalau pembalakan seluas 10 hektar, tidak diketahui Muspika setempat,” imbuhnya

Teguh meyakini bahwa proses pembalakan tidak mungkin dilakukan hanya dalam satu hari, mengingat luasnya lahan yang dirusak.

Sementara itu, mangrove yang ditebang, usianya sudah 10 – 15 tahun sejak ditanam pertama kali, dengan indikasi lebar diameter mangrove yang mencapai 10 cm – 20 cm, setiap pohon. (Jto/nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "KJPL Kutuk Keras Pembalakan Liar Manggrove"