Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Kisah Ajaib Kakek Kardin yang Bisa Masuk Raudhah

30 Jul 2017 // 13:34 // HEADLINE, KAWAN KITA

597ccf0f264aa-kardin-ahmad-hartono-kakek-berusia-84-tahun-yang-dapat-kemudahan-masuk-raudhah_663_382

MADINAH (suarakawan.com) – Meski langkahnya terhuyung, Kardin Ahmad Hartono berusaha berjalan dengan cepat agar dapat masuk ke Raudhah dan berdoa di dekat makam Nabi Muhammad SAW di Masjid Nabawi.

Setelah salat Ashar selesai, dengan sedikit doa, Kardin yang telah berusia 84 tahun dengan penuh semangat menuju Raudhah. Dia berusaha berjalan cepat melewati jemaah yang sedang duduk-duduk di masjid.

Karena fisiknya terbatas, Kardin yang jalannya dibantu tongkat tetap berada dalam antrean yang cukup panjang untuk bisa masuk Raudhah.

Meski sudah antre panjang, Kardin yang merupakan jemaah haji asal Banjarnegara, Jawa Tengah, yang berangkat melalui embarkasi Solo (SOC-1) tidak mau menyerah.

“Saya tetap mau salat di Raudhah,” katanya.

Petugas kesehatan yang mendampingi telah menyarankan agar Kardin mengurungkan niatnya untuk masuk dan salat di Raudhah. Petugas itu punya alasan kuat, karena Kardin habis menempuh penerbangan panjang sekitar sembilan jam dari Indonesia ke Madinah, Arab Suadi.

Berada dalam antrean, membuat Kardin cepat lelah. Hanya berjarak 10 meter dari Raudhah, napas kakek Kardin mulai tersengal. Petugas yang mendampingi kembali meminta Kardin kembali ke pemondokan. Tapi lagi-lagi Kardin menolak dan tetap punya keinginan kuat untuk masuk ke Raudhah.

Usaha Kardin akhirnya mendapat rida dari Allah. Seperti ada keajaiban, tiba-tiba askar yang berjaga di Raudhah memanggil Kardin dengan melambaikan tangan. Askar itu mendekati Kardin dan membawanya masuk ke Raudhah.

Subhanallah, Kakek Kardin mendapat keistimewaan langsung masuk Taman Surga itu tanpa antre. Askar yang berjaga membukakan pembatas untuk jalan bagi Kardin. Dengan raut wajah bahagia, Kardin langsung sujud syukur begitu berada di dalam Raudhah. Dia juga bergegas salat sunah dan berdoa di tempat paling mustajab di Madinah tersebut. (viv/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini