Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Kilang Minyak Terbesar di Amerika Dikuasai Arab Saudi

02 May 2017 // 09:46 // HEADLINE, INTERNASIONAL, PERISTIWA

kilang minyak

TEXAS (suarakawan.com) – Saudi Aramco, perusahaan minyak milik Kerajaan Arab Saudi, resmi menguasai 100% kepemilikan kilang minyak Port Arthur di Texas, Senin (1/5). Port Arthur mampu memproses 600.000 berel minyak per hari dan menjadikannya kilang terbesar di Amerika Utara (AS, Kanada, Meksiko).

Aramco sebelumnya memiliki 50% saham Port Arthur lewat usaha patungan bersama Royal Dutch Shell (RDSA) dengan nama Motiva Enterprises.

Namun dua perusahaan minyak raksasa itu makin tidak akur dan pada Maret 2016 memutuskan untuk memisahkan aset-aset mereka. Shell membenarkan berakhirnya usaha patungan itu pada hari yang sama.

Selain Port Arthur, Aramco juga mengakuisisi 24 terminal distribusi dan mendapat hak eksklusif untuk menjual bensin dan solar merek Shell di Georgia, North Carolina, South Carolina, Virginia, Maryland, wilayah timur Texas, dan sebagian besar wilayah Florida.

Kesepakatan ini memungkinkan Aramco untuk makin menancapkan kuku di salah satu pasar terbesarnya — Amerika Serikat — menjelang penawaran saham perdana (IPO) yang dijadwalkan tahun depan.

Dengan menguasai kilang terbesar di AS, Arab Saudi bisa mengirim lebih banyak minyak mentah ke AS untuk diproses dan dijual kepada para pemilik kendaraan di Amerika Utara.

Arab Saudi adalah pemasok minyak mentah terbesar kedua untuk Amerika Serikat setelah Kanada. AS mengimpor 1,3 juta barel minyak mentah per hari dari Arab Saudi pada Februari lalu, naik 32% dari bulan yang sama tahun sebelumnya.

Pemerintah Arab Saudi mengharapkan bahwa IPO Aramco akan mencapai nilai US$ 2 triliun. Turunnya harga minyak dalam beberapa tahun terakhir membuat anggaran kerajaan kacau sehingga IPO nanti harus terhindar dari masalah. (bs/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini