Kian Murah, Lombok Kian Tak Pedas

Tidak ada komentar 10 views

SURABAYA (suarakawan.com)-Meski harga cabai di pasaran di Surabaya sudah menurun drastis, namun beberapa pedagang masih tidak terlalu puas, sebab turunnya harga cabai juga diikuti turunnya kualitas cabai.

Salah satunya adalah, Ningrum, salah satu pedagang cabai di Pasar Keputran Surabaya, menurutnya, memang harga cabai rawit yang sebelumnya Rp.30.000, kini menjadi 19 ribu rupiah perkilonya.

Namun rasa cabai saat ini pedasnya tidak begitu terasa. Memang, dengan rasa pedas yang berkurang, banyak panyak pembeli yang membutuhkan cabai lebih banyak dari biasanya, namun tidak sedikit pula pembeli yang berkeluh akibat rasa pedas berkurang. Bahkan untuk bentuknya saja, cabai sekarang juga mudah mengkeriput.

“Kalau harga turun, tapi rasanya nggak pedas juga sama saja. Kita kan nggak sekedar jual cabai saja. Tapi juga pembeli,” terang Ningrum.

Hal senada juga di katakan, Imron, salah satu pedagang yang lain. Cabai miliknya yang dijual kualitasnya juga menurun.  Memang beberapa waktu lalu sempat mahal, kini harga cabai terjun bebas. Bila sebelumnya harga cabai di Surabaya Rp 100 per kg, kini cabai hanya 18 ribu per kg.

Sementara untuk harga cabai merah besar berkisar antara 18 ribu sampai 19 ribu. Memang antara pedagang yang satu dan yang lain ada perbedaan harga selisih 1000 rupiah, ini dikarenakan bentuk cabe banyak yang mengkeriput. (bs/nas)

Tag:
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Kian Murah, Lombok Kian Tak Pedas"