Khofifah: Jadikan Tragedi Penganiayaan Guru di Sampang Bahan Evaluasi Pendidikan

SURABAYA (suarakawan.com) – Khofifah Indar Parawansa Ketua Umum PP Muslimat NU prihatin dengan kejadian penganiayaan guru di SMA Negeri 1 Torjun, Sampang, Jawa Timur.

Menurutnya, hal ini harus menjadi Pekerjaan Rumah (PR) semua institusi pendidikan, bagaimana menempatkan sekolah tidak sekadar sebagai tempat transformasi pengetahuan tapi juga transformasi sikap dan mental.

“Ini PR kita bersama bahwa proses mendidik anak itu tidak bisa sekadar transfer of knowledge. Tapi, juga transfer of attitude, sikap mental itu harus ditransfer ke siswa,” ujarnya, Jumat (2/2).

Khofifah mengatakan, bila ditarik pada program Presiden yaitu revolusi mental maka ini harus terus dibumikan. Karena masalah ini adalah masalah karakter peserta didik.

“Jadi bagaimana anak menghormati orang tua, guru, kepada yang lebih tua, ini harus terus ditekankan,” katanya.

Khofifah mengaku prihatin atas kejadian ini. Dia juga mendoakan korban meninggal khusnul khatimah, keluarga diberikan kekuatan dan kesabaran. Untuk anak yang menjadi pelaku, karena masih diberlakukan peradilan anak, maka butuh terapi psikologis baginya.

“Ketika nanti pada proses hukum berikutnya, saya berharap bahwa ada proses terapi, anak dan keluarganya. Kalau dalam proses pshyco sosial terapi keluarga termasuk di dalamnya,” katanya.

Menurut Khofifah, karena trauma itu akan muncul juga tidak hanya kepada korban dan pelaku, tapi juga kepada keluarganya. (aca/rur)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Khofifah: Jadikan Tragedi Penganiayaan Guru di Sampang Bahan Evaluasi Pendidikan"