Keuskupan Surabaya Didemo Jurnalis Surabaya

1 komentar 7 views

SURABAYA (suarakawan.com) – Solidaritas Jurnalis Surabaya melakukan aksi unjuk rasa di kantor Keuskupan Surabaya, jalan Polisi Istimewa 17, memprotes pelarangan dan pembatasan tugas jurnalis yang akan meliput pada peresmian Seminari Tinggi Providentia Dei dikawasan Surabaya Timur.

Aksi yang diikuti 7 orang jurnalis Surabaya pada Rabu (9/11), diawali dengan berjalan mundur dari depan SMAK St. Louis menuju kantor Keuskupan yang berjalak sekitar 100 meter. Protes para pekerja media ini mendapat pengawalan ketat dari pihak Kepolisian, meski aksi berjalan damai dan tertib.

“Kami tidak mendemo agama atau tempat ibadah, tapi kami mempertanyakan sikap Keuskupan Surabaya yang membatasi dan melarang kami meliput,” kata Petrus Riski, Koordinator aksi, bersama para jurnalis yang mendapatkan perlakuan kurang menyenangkan dari oknum pejabat Keuskupan Surabaya.

Andreas Wicaksono, salah satu jurnalis yang berunjuk rasa menyerukan agar institusi Keuskupan Surabaya tidak menghalangi hak publik untuk tahu, dengan melarang atau membatasi tugas jurnalis atau pers.

“Kami menyerukan jangan ada lagi upaya pembatasan dan pelarangan kerja jurnalis yang dilindungi oleh Undang-Undang. Hendaknya Off The Record disertai dengan alasan yang jelas, meski pada acara peresmian Seminari Tinggi Providentia Dei tidak termasuk acara yang harusnya tertutup bagi pers,” jelas Andreas Wicaksono, yang menjadi jurnalis RCTI.

Beberapa poster yang dibawa berisi tuntutan dan pertanyaan kepada pihak Keuskupan Surabaya, antara lain, “Keuskupan Surabaya Jangan Kebiri Hak Publik”, “Off The Record Tanpa Alasan?”, “5 Juni Hari Komunikasi Sedunia. Maknanya?”.

Para jurnalis yang berunjuk rasa diterima oleh Vikaris Jenderal Keuskupan Surabaya (Wakil Uskup) Romo Tri Budi Utomo, Pr, dan Kepala Paroki Hati Kudus Yesus Katedral Surabaya Romo Y. Eko Budi Susilo, Pr.

“Kami meminta maaf kepada teman-teman jurnalis atas pelarangan ataupun pembatasan peliputan, yang menurut kami merupakan kesalahan komunikasi kami selaku panitia acara. Sebenarnya tidak ada maksud kami melarang media untuk meliput,” kata Romo Tri Budi Utomo, Vikjen Keuskupan Surabaya.

“Harapan kami kedepan dapat lebih baik lagi, dan kami akan memperbaiki komunikasi dengan teman-teman wartawan semua,” tambahnya.

“Aksi damai Solidaritas Jurnalis Surabaya merupakan bentuk kritik dan masukan bagi Keuskupan Surabaya, agar mampu menghargai tugas dan peran seorang jurnalis sebagai penyampai informasi bagi publik,” tandas Petrus Riski, Koordinator aksi Solidaritas Jurnalis Surabaya.(PetrusR)

Keterangan Foto: Solidaritas Jurnalis Surabaya Diterima Vikjen Keuskupan Surabaya Saat Berujukrasa (PetrusR)

Satu Respon

Tinggalkan pesan "Keuskupan Surabaya Didemo Jurnalis Surabaya"