Ketua DPRD Ajak Wartawan Dan Rakyat Tolak Penggeledahan

ketua dprd surabaya wisnu wardhana

SURABAYA (Suarakawan.com)- Ketua Dewan Surabaya meminta kepada masyarakat untuk melawan dan menolak penggeledahan kantor DPRD Surabaya, karena ini bisa merusak demokrasi yang ada di mata masyarakat

“Ini harga diri masyarakat Surabaya lho, tidak boleh seenaknya. harus ada bukti kuat, bukan hanya sekedar laporan belaka,” ujar Wisnu dalam konfrensi persnya di Gedung DPRD Surabaya, Kamis (16/06).

Wisnu menambahkan, esensi penggeledahan yang akan dilakukan oleh kepolisian menurutnya adalah mengobok – obok panji demokrasi kota Surabaya. “DPRD adalah lembaga tinggi rakyat. panji demokrasi surabaya. Kalau sampai DPRD diobok – obok, tidak ada lagi kehormatan rakyat,” imbuh Wisnu.

Bahkan, Wisnu mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk membela kehormatan warga Surabaya dengan menolak rencana penggeledahan tanpa dilengkapi bukti kuat.

“Saya ngomong ini bukan atas nama Ketua DPRD, tapi sebagai warga Surabaya. kita harus mempertahankan kehormatan, termasuk wartawan juga,” tegas Wisnu.

Wisnu mencontohkan, jika setiap ada laporan, polisi bisa memnggeledah kantor – kantor pemerintahan, maka istana negara juga akan dengan mudah digeledah.

“Kalau setiap ada laporan, tanpa ada bukti bisa menggeledah, nanti istana negara juga akan mudah diobok – obok,” pungkas Wisnu.

Untuk diketehaui, beredar informasi, sore ini, petugas kepolisian dari Polrestabes Surabaya akan melakukan penggeledahan di ruang kerja Ketua DPRD. Hal ini sebagai tindak lanjut dari keluarnya ijin dari Pengadilan Negri tentang penggeledahan. (aca/nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Ketua DPRD Ajak Wartawan Dan Rakyat Tolak Penggeledahan"