Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Kesaksian Korban Bus Maut di Jalur Puncak

01 May 2017 // 16:33 // DAERAH, HEADLINE, PERISTIWA

unnamed (7)

CIANJUR (suarakawan.com) – Bus pariwisata Kitrans B 7058 BGA yang mengalami kecelakaan maut di Jalan Raya Puncak, Desa Ciloto, Cipanas, Cianjur, Minggu (30/4), mengangkut rombongan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kelurahan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan dalam Pilkada Jakarta.

Salah satu penumpang bus yang selamat, Wawan Setyawan (39) mengatakan bus maut yang ditumpanginya berisi rombongan berjumlah sekitar 100 orang dan berangkat sekitar pukul 07:00 untuk melakukan gathering lalu menginap di vila daerah Cibodas, Cianjur menggunakan dua unit bus pariwisata.

Wawan bercerita, sebelum terjadinya kecelakaan bus pariwisata Kiyang ditumpanginya sudah terasa tidak nyaman.

“Bus itu memang sudah kelihatan tidak layak. Tadi sampai Cibubur, bus saya itu ngeremnya mendadak terus. Nah, pas sampai Puncak bus nya jalan pelan-pelan tidak berani menyalip,” paparnya saat ditemui di RSUD Cimacan.

Kata dia, beberapa ratus meter sebelum lokasi kecelakaan, bus terasa berjalan oleng. Tidak lama kemudian penumpang yang duduk berada di depan teriak bahwa bus mengalami rem blong.

“Kernetnya juga teriak dari jendela pintu depan. Teriak ‘awas rem blong!!!’ Soalnya di depan bus banyak kendaraan sepeda motor sama mobil dari lawan arah,” jelasnya.

Akhrinya, bus tersebut benar-benar hilang kendali dan sang sopir membanting setir ke arah berlawanan sehingga menabrak kendaraan lainnya dan masuk ke dalam jurang sedalam 5 meter.

“Semua penumpang teriak, Allahu Akbar!! Saya yang posisinya duduk di tengah juga berusaha melindungi diri saya karena saya yakin pasti kecelakaan. Langsung aja bus masuk ke jurang,” ungkapnya.

Setelah terjun ke jurang, dirinya yang masih dalam kondisi sadar berusaha keluar dari dalam bus bersama penumpang lainnya. Ia pun dibantu oleh warga sekitar dan polisi.

“Saya keluar lewat kaca depan yang pecah sama penumpang lainnya. Untungnya saya cuma luka lecet dan masih sadar. Saya langsung dibawa ke RSUD Cimacan sama petugas,” terangnya.

Saat ini, dirinya pun sudah diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit dan masih menunggu keluarganya datang menjemput.

“Alhamdulillah saya masih di kasih umur,” tutupnya.

Sebelumnya, bus pariwisata B 7057 BAG terlibat kecelakaan beruntun dengan 8 kendaraan lainnya di Jalan Raya Puncak, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Cianjur, Jawa Barat sekira pukul 10:30 WIB.

Kecelakaan yang diduga karena rem bus blong itu mengakibatkan 11 orang dinyatakan meninggal dunia dan puluhan orang lainnya luka-luka dan dilarikan ke RSUD Cimacan. (bs/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini