Keripik Lidah Buaya, Camilan Anti Diabetes

Tidak ada komentar 45 views

mahasiswa ITS menunjukkan karyanya keripik Lidah Buaya

SURABAYA (Suarakawan.com)-Tanaman lidah buaya saat ini terkenal ditengah masyarakat untuk obat rambut dan bisa dibuat minum oleh masyarakat.

Namun siapa sangka saat ini ditangan empat mahasiswa Matematika dan Pengetahuan Alam (MIPA) ITS tanaman lidah buaya bisa dibuat menjadi makanan ringan yaitu keripik lidah buaya yang memiliki manfaat menurunkan kadar gula.

Keempat Mahasiswa MIPA yaitu Nuraziza Arfan, Ani Satul Ru’yati Badriah, Desy Mustika, dan Novi Tri Ratnasari siap menumbuhkan jiwa entrepeunur masyarakat Kertajaya.

Ketua Kelompok pembuat kripik lidah buaya, Nuraziza Arfan mengatakan awal ide munculnya pembuatan keripik lidah buaya ini saat melihat banyak tanaman lidah buaya yang selama ini hanya dipandang sebelah mata oleh masyarakat dan hanya dimanfaatkan tanaman di rumahnya saja.

“Selama ini tanaman lidah buaya hanya dimanfaatkan hanya untuk penumbuh rambut, dibuat minum dan malah hanya dimanfaatkan sebagai tanaman rumah saja,” ungkap Mahasiswa semester dua Fakultas MIPA ini.

Ia menjelaskan lewat program kreativitas mahasiswa bidang pengabdian masyarakat (PKMM), mereka sodorkan proposal tentang bagaimana memanfaatkan tanaman lidah buaya untuk cemilan anti diabetes.

Hasilnya? Dikti pun mendanai proyek tersebut dan cemilan keripik lidah buaya bertajuk “Cemal-cemil Aloeva”.

“Selain itu memilki banyak manfaat saat dikonsumsi, tanaman lidah buaya sangat mudah di kembangkan. Dari dasar itulah kami ingin membantu ibu-ibu rumah tangga mendapat pemasukan tambahan dari rumah,”ujar Azizah saat ditemui di rumahnya Jalan Pucang Adi No 3, Surabaya, Rabu (08/06).

Dijelaskan untuk pembuatan keripik lidah buaya ini sangat gampang yaitu, siapkan daun lidah buaya yang usianya agak tua lalu kemudian iris tipis-tipis dan taruh diatas loyang. Setelah di iris tipis-tipis kemudian daun lidah buaya tersebut dicuci hingga bersih, setelah dicuci irisan lidah buaya ditaburi garam secukupnya dan dibiarkan selama 5 menit hingga garam tersebut meresap ke dalam irisan daun lidah buaya.

Setelah 5 menit kemudian daun lidah buaya ini dibilas dengan air bersih untuk menghilangkan garam dan lendir yang masih menempel pada daun lidah buaya,setelah dipisahkan dari lendirnya kemudian daun lidah buaya ini direndam dengan air hangat selama 5 hingga 10 menit, setelah direndam dengan air hangat irisan daun lidah buaya ini dihaluskan dengan menggunakan blender.

Setelah diblender sampai halus adonan lidah buaya ini kemudian dicampur dengan tepung terigu, telur minyak, dan backing pouder.

“Saat waktu pembentukan adonan itu tepungnya terasa keras jadi susahnya waktu mau dibuat cetakan kecil panjang tuh butuh waktu cukup lama dan melelahkan,” terangnya.

Novi, salah satu dari empat sekawan itu juga menambahkan, keunggulan dari keripik lidah buaya ini ialah selain tidak mengandung gula. Keripik itu juga tidak mengeluarkan aroma khas dari lidah buaya sehingga dapat dikatakan sebagai camilan anti diabetes dan enak dikonsumsi.

“Dengan mengkonsumsi keripik yang mengandung antioksidan alami ini, kolesterol darah akan stabil. Juga mempercepat penggantian sel-sel rusak dalam tubuh,” pungkasnya seraya menunjukkan proses pembuatan keripik lidah buaya. (aca/nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Keripik Lidah Buaya, Camilan Anti Diabetes"