Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Kepengurusan KONI Jatim Periode 2017-2021 Lebih Ramping

27 Apr 2017 // 16:54 // ALL SPORTS, HEADLINE, OLAHRAGA

20170427_144310

SURABAYA (suarakawan.com) – Kepengurusan KONI Jatim periode 2017-2021 sudah tidak gemuk lagi. Jumlahnya lebih ramping dibanding kepengurusan sebelumnya. Jika dalam kepengurusan KONI periode 2013-2017 berjumlah 119 orang, kini diciutkan menjadi 77 orang.

“Memang ada perampingan. Dari 119 orang, kini menjadi lebih ramping sebanyak 77 orang. Itupun semula hanya 51 orang saja,” kata Wakil Ketua Umum KONI Jatim, La Nyalla Mattalitti kepada wartawan usai pertemuan dengan pengurus baru KONI Jatim di Kantor KONI Jatim, Kamis (27/4).

Berdasar data KONI Jatim, jumlah pengurus KONI Jatim periode lama sebanyak 119 orang itu, selain berada di posisi pengurus harian, juga duduk sebagai pengurus di 11 bidang. Namun, dalam kepengurusan baru, sebelas bidang itu berkurang menjadi delapan bidang.

Tiga bidang yang dihapus, masing-masing bidang kesehatan dan peningkatan gizi atlet, bidang penerapan IPTEK dan Olahraga, bidang Pendidikan dan penataran. Masing-masing bidang ini diisi lebih dari tiga orang. Dengan demikian, dari ketiga bidang ini lebih dari 10 pengurus yang terpental.

La Nyalla mengaku perampingan pengurus ini dilakukan, setelah mengevaluasi kinerja pengurus lama. Pengurus yang terkena perampingan, karena tidak aktif dan sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Selain itu, disesuaikan dengan kebutuhan.

“Banyak pengurus yang tidak aktif, karena mungkin sibuk dengan usahanya atau kegiatan lain. Ke depan, saya minta pengurus baru ini harus aktif, karena keaktifan pengurus ikut menentukan berhasil tidaknya organisasi,” paparnya.

Pihaknya optimis dengan jumlah pengurus yang lebih ramping, prestasi olahraga di Jatim akan lebih maju. Sebab, KONI Jatim sudah mempunyai sistem dan terbukti mampu meningkatkan prestasi di PON XIX tahun 2016 di Jawa Barat. “Sistem yang sudah bagus ini tinggal dilanjutkan oleh pengurus baru ini,” ucapnya. (Bng/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini