Kementerian Pertanian Tekan Kebocoran Anggaran

SURABAYA (suarakawan.com)– Upaya Kementerian Pertanian menekan kebocoran anggaran membawa hasil. Lewat Metode Komitmen Anti Korupsi, Kementrian Pertanian mampu menyelamatkan uang negara hingga 23 persen.

“Kerugian negara yang berhasil ditekan melalui Metode Komitmen Anti Korupsi di Kementrian Pertanian sebesar 23 persen, dari target kami 20 persen,” kata Inspektorat Jenderal (Irjen) Pertanian R Azis Hidajat, dalam acara Deklarasi Anti Korupsi Kementrian Pertanian di Surabaya, Rabu (29/2).

Sejak 2009 lalu, Irjen Kementrian Pertanian memang berupaya menekan kebocoran dengan sejumlah cara. Selain dengan metode itu, Kementerian Pertanian juga meningkatkan Wilayah Bebas Korupsi (WBK).

Bahkan, untuk WBK dari hasil evaluasi 2010-2011, terjadi peningkatan dari 92 unit kerja menjadi 108 unit kerja di 2011 atau 48 persen, dari 50 persen yang ditargetkan. “Saat ini Irjen tengah gencar serta membekali para auditornya dengan berbagai ilmu untuk mengantisipasi kebocoran,” ujarnya.

Bentuk-bentuk kebocoran yang marak antara lain proses pengadaan barang dan jasa. “Sekarang kami deteksi makin berkembang pada program bantuan sosial. Setelah bantuan cair dan ditransfer ke rekening petani, ada saja laporan masuk soal masalah di sana,” ucapnya.

Dalam upaya Percepatan Pemberantasan Korupsi, Irjen lebih mengutamakan pendekatan pencegahan, sebagai implementasi Inpres nomor 5 Tahun 2004. “Sejak tahun 2011, untuk mencapai WBK ditunjang dengan Metode Komitemen Anti Korupsi dan Sistem Pengendalian Internal untuk pejabat eselon I,” tandasnya. (Bng/jto)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Kementerian Pertanian Tekan Kebocoran Anggaran"