Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Kemdikbud: 13,35 Juta Anak Indonesia Telah Terima KIP

14 Sep 2017 // 12:38 // HEADLINE, PENDIDIKAN

download (25)

JAKARTA (suarakawan.com) – Pemerintah menargetkan 17,9 juta anak Indonesia menerima Program Indonesia Pintar (PIP). Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Hamid Muhammad mengatakan, hingga sejauh ini telah ada 13,35 juta anak yang menerima Kartu Indonesia Pintar (KIP). Namun, belum semuanya mencairkan dana tersebut.

Hamid mengatakan, proses pencairan dana PIP 2017 ini lebih lama karena pemerintah menggunakan mekanisme pencairan baru. Yakni, anak tidak hanya diberi kartu Kartu Indonesia Pintar (KIP) tetapi, pemerintah sekaligus memberikan rekening kepada siswa berupa rekening tabungan.

“Pencairan PIP terus dijalankan, sekarang tentu akan lebih lambat karena sekaligus ada buku tabungan, jadi bank butuh waktu lama. Percepatan pencarian juga kita lakukan dengann mendatangkan mobil bank ke sekolah. Sehingga siswa tidak perlu ke bank lagi,” kata Hamid, di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (13/9) malam.

Plt Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) ini juga mengatakan masyarakat dapat memantau dengan mengunjungi laman resmi penyebaran PIP di http://www.sipintar.web.id/index/main. Hamid mengatakan, Tim PIP selalu memperbarui data setiap Jumat perpekan.

Sementara memenuhi target 19,7 juta penerima PIP. Hamid menuturkan, Kemdikbud sedang melakukan validasi data yang diperoleh dari Data Pokok Siswa (Dapodik). Pasalnya, data nama siswa penerima PIP tersebut berasal dari sekolah maka, harus divalidasi dengan data keluarga miskin yang dimiliki Kementerian Sosial (Kemsos). Dalam hal ini data penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

“Ini kita (Kemdikbud) lakukan sesuai dengan prosedur. Bahwa yang berhak mengeluarkan data adalah Kemsos, maka mekanisme pendataan di Kemdikbud harus divalidasi dulu,” terangnya.

Untuk menjaga agar PIP tepat sasaran, Hamid mengatakan, Kemdikbud membuat perjanjian tertulis dengan sekolah dan kepala sekolah. Dalam hal ini, kepala sekolah harus bersedia bertanggung jawab dan memastikan data siswa yang diusulkan ke Dapodik benar-benar termasuk siswa miskin. Bukan data fiktif.

“Sebelum mengunggah data siswa miskin, kepala sekolah harus memastikan karena kepala sekolah sebagai penanggung jawab mutlak akan data siswa miskin yang dikirim ke Dapodik,” ujarnya.

Sebagai informasi, siswa penerima PIP ini mendapat dana sesuai dengan jenjang pendidikan. Untuk siswa SD/paket A mendapatkan Rp 450.000, siswa SMP/Paket B mendapatkan Rp 750.00, dan SMA/SMK dan Paket C mendapat Rp 1.000.000. Dana ini ditransfer langsung ke rekening siswa. Ada pun batas usia penerima KIP Yakni; usia 6- 21 tahun. Selain itu, mereka adalah anak Indonesia berasal dari keluarga penerima program Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dalam rentang usia sekolah, yakni usia 6- 21 tahun.

Hamid juga mengatakan, bagi siswa yang melanjutkan pendidikan tidak di bawah naungan Kemdikud, masih tetap dapat mencairkan dana PIP. Dengan melaporkan data penerima ke sekolah atau yayasan pendidikan nonformal yang diikuti.

“Misalnya, SD di sekolah di naungan Kemdikbud, tetapi lanjut sekolah menengah di Madrasah Tsanawiyah (Mts). Siswa ini tentu tidak menjadi tanggung jawab Kemdikbud lagi. Siswa harus melaporkan ke sekolah, biar tetap cair PIP. Karena PIP dicairkan ketika siswa berada di lembaga pendidikan. Baik formal maupun nonformal,” pungkasnya.(bs/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini