Kematian Bos Travel Akibat Sakit Jantung

Polisi Menunjukkan Visum

SURABAYA(suarakawan.com)-Teka-teki kematian Pascalis Adju (72), bos travel CV Karya Citra Mandiri yang sempat misterius selama dua minggu akhirnya terjawab. Dari hasil otopsi Instalasi Kedokteran Forensik (IKF) dan Medikalogi RSUD dr Soetomo KF :11.0309 diterangkan bahwa pria asal Jl. Kalimas Baru dan Jl. Siwalankerto ini tewas karena penyempitan pembuluh nadi tajuk jantung.

“Dari laporan otopsi yang kami terima Rabu (18/05), bahwa meninggalnya korban karena sakit. Dan tidak ada bekas penganiayaan di tubuh korban. Ini dari keterangan dokter yang memeriksa yaitu dr Edi Suharto,” terang Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Jayadi Sik , Kamis (19/05) siang.

Ditambahkannya, selain itu korban juga telah lama menderita penyempitan batu ginjal hingga saat ini sedang dalam proses sakit. “Korban sebelumnya sudah menderita penyakit batu ginjal, hingga terjadi penyempitan pembuluh nadi,” tambahnya.

Soal dugaan pembunuhan lantaran terdapat bercak darah dibagian hidung korban, AKBP Jayadi menambahkan bahwa darah yang keluar dari hidung itu efek dari penyempitan pembuluh darah yang hanya menyisahkan 20% saja.

“Kalau normalnya 100 %, tapi karena terjadi penyempitan pembuluh darah
akibatnya hidung mengeluarkan darah. Soal gigi depan yang patah, diduga terbentur meja saat terjatuh dari kursi,” jelasnya.

Sementara ketika disinggung soal masalah hutang-piutang, AKBP Jayadi membenarkannya tetapi tidak ada hubungannnya dengan korban. Pasalnya yang mempunyai hutang
Rp 30 juta adalah adik korban.

Setelah diketahui bahwa kematian korban benar-benar karena sakit, Polres Pelabuhan Tanjung Perak langsung memanggil pihak keluarga untuk menjelaskannya dan saat itu juga keluarga ke RSUD dr Soetomo untuk mendengarkan keterangan dokter seara langsung.

Seperti diketahui, Rabu (04/05) petang kawasan Terminal Ujung Tanjung Perak  salah satu pemilik stan travel dalam keadaan meninggal bersimbah darah. Meski  telah dibawa ke RS PHC, namun keluarga korban tetap meminta untuk dilakukan otopsi karena kematiannya dianggap tidak wajar. (bs/nas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *