Kemas:Ingin Mengembalikan Kultur Dan Budaya Bangsa

kemas dan keluarga

SURABAYA (suarakawan.com)-Pembangunan bangsa tak akan luput dari peranan pemuda. Bahkan peranan pemuda sudah terukir dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia.

Buktinya, perjuangan nasionalisme pergerakan tercetus dalam sumpah pemuda 28 Oktober 1928 yang mendorong Kemerdekaan RI.

Hal ini yang menjadi suatu pegangan dalam menggapai cita -cita peranan pemuda bagi bangsa dan negara, yang diterapkan oleh Kemas Eka Saktiawan, Ketua KNPI Kota Surabaya periode 2011-2014.

Kemas adalah sosok pemuda yang patut dicontoh, kabarnya sejak lahir dia hidup di keluarga yang cukup, sejak SMA dia sudah mempunyai jiwa leadership dan entrepreneurship sehingga dia berhasil menjalankan usaha di bidang jasa kontraktor.

Selain cakap dalam berbisnis, dia juga hobby berorganisasi, dalam catatan organisasinya sejak Mahasiswa dia berperan aktif dalam lembaga organisasi kemahasiswaan diantaranya Badan Perwakilan Mahasiswa Unair Surabaya dan di organisasi kepemudaan dia saat ini menjabat Wakil Ketua 1 DPD KNPI Kota Surabaya periode 2005-2011 dan pada periode 2011-2014 dia terpilih menjadi Ketua DPD KNPI Kota Surabaya.

“Saya ini hanya otodidak saja tentang keberhasilan semua ini,”kata Suami Hj Rahmawati S Sos ini.

Dari pengalaman itu, lanjutnya, motivasi utama dalam mengembalikan kultur dan budaya bangsa juga tak kalah pentingnya bagi pemuda , untuk mengarahkan pencapaian cita-cita pemuda mandiri dan bermatabat.

“Negara manapun akan kehilangan arah dan tujuan dengan meninggalkan kultur dan budaya bangsa itu sendiri,” ujar Kemas.

Sementara itu, Kemas juga sosok yang bertanggung jawab dan pembimbing pendidikan terhadap keluarga.

Terbukti, anak pertamanya Nyimas Salsabila Rahma Indah Zahra (12), sejak TK dia sudah banyak mengukir prestasi, diantaranya Runer Up Putri Lingkungan Hidup dan Wakil Indonesia Pada International Children Conference for Climate Change di Nagoya.

Didalam kehidupan sosial dia juga berperan aktif membantu meringankan beban masyarakat. Buktinya dia tercatat dalam daftar penyantun panti asuhan di Surabaya.(Jto/nas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *