Kejati Tetapkan Adik Bupati Nganjuk Tersangka Korupsi

1 komentar 7 views

uang kerugian negara yang dikembalikan

SURABAYA (suarakawan.com) – Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati)
menetapkan empat tersangka dugaan korupsi senilai Rp 336 juta pada
proyek irigasi sekunder saluran Ketandan Kecamatan Lengkong Kabupaten
Nganjuk.

Keempat tersangka tersebut adalah Lukman Hakim sebagai pelaksana
proyek PT Bakti Ikhsani Perdana (BIP) I yang juga adik bupati Nganjuk.  Direktur PT BIP Tarmizi Faizal, Konsultan Pengawas PT Arsitekniqiu, Anjar amsul Anwar dan pejabat pembuat komitmen Dinas PU Pengairan Pemkab Nganjuk Sunyoto Hadi Prayitno.

“Mereka diduga melakukan penyimpangan pada proyek irigasi sekunder yang masuk APBD 2009 Pemkab Nganjuk,”ujar  kata Kasi Penyidikan Pidsus, Ketut
Suwadi Artha di kantor Kejati, Jalan Ahmad Yani, Kamis (14/7).

Proyek pengairan yang dikerjakan pada tahun 2009 ini  dananya stimulus
dipa Dinas Pengairan, sekitar Rp 1.936.235.000. Namun dalam pelaksanaan dan, setelah diselidiki terdapat penyimpangan pengerjaan proyeknya karena tidak sesuai bestek.

Diantara penyimpangan yang terjadi,seperti  pengurangan volume pengerjaan, volume pondasi yang harusnya dari 50 sentimeter menjadi 30 sentimeter. Juga ada temuan kemiringan plengsengan yang harusnya dibuat 20 tapi dilapangan ditemukan antara 9-15.

Hasil temuan dari tim ITS, penyidik meminta bantuan BPK untuk menilai
kerugian negaranya. Hasilnya, ditemukan kerugian negara sekitar Rp
336.556.070

“Untuk membuktikan dugaan pelanggaran,pihak Kejati mendatangkan tim ahli dari ITS. Setelah dilakukan cross chek dilapangan, terdapat kekurangan volume dan pengerjaannya tidak sesuai bestek,” katanya.

Walaupun telah ditetapkan sebagai tersangka,namun pihak Kejati tidak melakukan penahanan dengan Alasannya, tersangka mempunyai itikad baik untuk mengembalikan uang negara.”Proses jalan terus walaupun masih belum kita lakukan penahanan,”tambah Muljono Kasi Penkum Kejati. (Wis/nas)

Satu Respon

Tinggalkan pesan "Kejati Tetapkan Adik Bupati Nganjuk Tersangka Korupsi"