Kejati Bidik Dugaan Korupsi Tol Gate Bandara Juanda

Kajati Jatim Abdul Taufik

SURABAYA (suarakawan.com) – Dugaan korupsi pembangunan tol gate bandara Juanda  dalam bidikan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur. Hasil penyidikan tim Pidsus Kejati Jatim,menemukan adanya kerugian negara akibat dugaan korupsi ini sekitar Rp 10 miliar. Sedangkan pembangunan tol sendiri menghabiskan anggaran sekitar Rp 4 miliar.

“Dugaan korupsi itu muncul dari proses pembangun yang tidak sesuai dengan prosedur.Salah satunya  untuk pendanaan proses pembangunan tol gate ini, PT Angkasa Pura menyerahkan kepada pihak kedua. Sebagai kompensasinya PT Angkasa Pura memberikan space iklan ke pihak kedua seluas 1.400 meter persegi,”ujar Kajati Jatim Abdul Taufiq,Jum’at(15/7).

Prosedur yang benar,seharusnya untuk penggunaan space iklan harus melalui proses lelang dengan penawaran tertinggi. “Bukan dengan ditukar bangunkan dengan tol gate, ini yang salah,” tambah Taufiq.

Jaksa asli Tuban ini menambahkan nilai kompensasi dalam tukar bangunan  juga tidak sesuai dan tergolong rendah. Berdasarkan survey terhadap penggunaan iklan di lokasi yang sama, untuk luasan 1.400 meter harusnya seharga Rp 7 miliar, tapi kenyataannya hanya diganti dengan bangunan Rp 4 miliar.

“Ironisnya pihak kedua ini tidak memakai langsung space iklan itu, tapi dijual kembali kepada pengusaha reklame terbesar di Surabaya dengan harga Rp 13 miliar. Proses tukar bangun dan pelimpahan ke pihak ketiga inilah yang diduga bermuatan korupsi. “tambahnya

Hal senada juga disampaikan oleh Aspidus Kejati jatim Sodung Situmorang,dikatakan oleh Sodung,pihaknya telah memiliki bukti-bukti awal terkait penyimpangan ini, karena itu kasus ini telah ditingkatkan ke penyidikan.

“Hasil penyelidikan timya,dihitung dari nilai jual akhir space iklan dengan kompensasi pembangunan tol gate menimbulkan kerugian negara sekitar Rp 10 miliar,disamping itu,juga ada praktek kolusi, karena pihak kedua dan ketiga yang terlibat dalam kerjasama ini cukup menguasai space iklan di bandara juanda,”ujar Todung.

Sementara itu Humas PT Angkasa Pura Firston Mansyur saat di konfirmasi belum bisa memberikan komentar terkait hal ini, karena masih ada tugas di Jakarta.(wis/nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Kejati Bidik Dugaan Korupsi Tol Gate Bandara Juanda"