Kecelakaan Truk Tronton Akibat Tekanan Angin Rem Kurang

wahid Wahyudi, di dampingi Kabid Sarana Transprtasi Somarsono, dan Dikyasa Polda AKBP Purnama saat memberikan keterangan pers di dishub Jatim.

SURABAYA (suarakawan.com) – Kecelakaan Truck Tronton pengangkut semen yang terjadi di wilayah Bojonegoro dan menewaskan korban meninggal berjumlah 16 orang disebabkan oleh tekanan rem angin Truck Semen yang menurun.

“Setelah dilakukan oleh TKP dan keterangan oleh sopir Truck tersebut dugaan sementara kecelakaan disebabkan tekanan rem angin tinggal satu,” tegas Kadishub Jatim, Wahid Wahyudi saat ditemui usai acara penghargaan Awak Kendaraan Umum Teladan (AKUT) 2011 di dishub Jatim Surabaya, Kamis (14/07).

Dikatakannya untuk standar sebuah rem truck semua jenis baik besar dan kecil untuk standart tekanan rem tersebut harusnya ada sembilan tekanan angin udara. Namun pada truck semen setelah dicek hanya memiliki satu tekanan rem angina saja.

“Artinya tekanan angin rem pada truck tersebut sudah dilakukan penekanan atau dipompa sebelum kecelekaan sehingga pada saat kejadian tersebut sopir truck tidak bisa mengendalikan remmnya, sehingga rem tersebut habis” terangnya

Ketika ditanyai tentang kelebihan tonase atau muatan truck tersebut wahid mengatakan untuk muatan truck tersebut sudah dilakukan pengecekan tapi untuk penyebab kecelakaan tersebut bukan karena muatan tapi tekanan angin.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya kecelakaan beruntun yang melibatkan dua truk pengangkut semen dan sebuah pickup mengakibatkan 16 orang tewas dan 13 luka setelah truk menerjang resepsi pernikahan yang diramaikan dengan hiburan ketoprak pada Selasa malam. (aca/nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Kecelakaan Truk Tronton Akibat Tekanan Angin Rem Kurang"