Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Kecelakaan Maut di Jalur Pantura Probolinggo Tewaskan 10 Orang

14 Jul 2017 // 14:01 // DAERAH, HEADLINE, PERISTIWA

ilustrasi kecelakaan bus

PROBOLINGGO (suarakawan.com) –
Kecelakaan maut kembali terjadi di Jalan Pantura Probolinggo-Situbondo, Jumat (14/7) dini hari sekira pukul 02.30 WIB.

Kecelakaan ini melibatkan bus penumpang Medali Mas nopol N 7130 UA dan Truk Hino pengangkut pupuk nopol DR 8600 AB di Desa Curahsawo, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, atau di depan Pantai Bentar.

Kecelakaan ini membuat 10 penumpang bus yang dikemudikan Rifai A Kerto (48) warga Dusun Beji Ledok RT 09 RW 04, Desa Sumbersuko Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan, meninggal dunia.

Berdasarkan data yang diperoleh, kecelakaan itu bermula saat bus Medali Mas jurusan Malang-Bali, melaju dari arah Bali.

Sesampainya di lokasi, tepat di tikungan depan Pantai Bentar, bus menabrak truk muat pupuk yang dikemudikan Munawir (40) Mataram (NTB).

Saat itu, truk melaju dari arah yang berlawanan. Tabrakan keras pun tak terhindarkan.

Dari data yang didapatkan sementara, ada 10 orang yang dilaporkan meninggal dunia, dan sembilan orang mengalami luka-luka.

Sesuai kesaksian, bus ini hendak menyalip mobil yang ada di depannya.
Tepat di tikungan, kemungkinan besar bus tidak bisa mengendalikan lajunya dan menabrak truk yang melaju dari arah berlawanan.

“Mau nyalip, tapi pas di tikungan itu, ada truk dari arah berlawanan. Ya sudah akhirnya tabrakan terjadi,” kata Herman, salah satu saksi mata.

Herman mengatakan, bodi bus sebelah kanan ini terkelupas. Truk langsung menyasak penumpang yang ada di sebelah kanan bus.

“Awalnya hanya berserempetan saja, tapi tidak tahu lagi, kemungkinan karena sama-sama melaju dengan kecepatan tinggi ya, akhirnya bodi bus mengelupas dan membuat penumpang meninggal dunia,” ungkapnya.

Salah satu saksi mata lainnya, Rosidi menjelaskan, sopir bus dan truk sama-sama ugal-ugalan dalam berkendara.
Ia menjelaskan, lokasi kejadian ini memang jalannya sempit dan ada tikungan tajam.

“Iya sama-sama melaju kencang. Terus pas di tikungan, mereka tidak bisa mengendalikan laju bus dan truk, sehingga akhirnya saling menabrak. Suara tabrakan sangat keras, karena dari radius 100 meter di posisi saya belakang bus terdengar,” paparnya.

Terpisah, kernek Bus, Arifin mengatakan laju truk itu terlalu ke kanan. Ia melihat, truk ini memakan sebagian badan jalan, sehingga saat busnya melintas langsung menabrak bodi sebelah kanan bus.

“Saya lihat jelas kalau truk terlalu ke kanan. Bus kan tidak bisa terlalu ke kiri, jadi tabrakan terjadi,” akunya.

Dia mengaku langsung mencari pegangan tangan untuk bisa bertahan dari benturan keras itu.

Setelah itu, ia langsung menoleh ke arah belakang. Menurutnya banyak penumpang yang sedang tertidur.

Ia sempat berteriak untuk membangunkan penumpang, namun hal itu tidak berhasil dan terlambat.

“Saya ke belakang, penumpang sudah terluka. Saya langsung mencari pertolongan untuk mengevakuasi korban,” kata dia.(tbn/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini