Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Kebakaran Hutan Gunung Bromo, Api Sulit Dipadamkan

12 Sep 2017 // 20:19 // DAERAH, HEADLINE, PERISTIWA

071523600_1449412395-bromo

PROBOLINGGO (suarakawan.com) – Kebakaran hutan Gunung Bromo, Jawa Timur, yang terjadi sejak Senin (11/9) belum berhasil dipadamkan 100 persen oleh tim gabungan petugas karena sejumlah titik api berada di lokasi yang sulit dijangkau dengan kemiringan tebing sekitar 80-90 derajat.

“Medannya cukup sulit karena kemiringannya sekitar 90 derajat, namun upaya pemadaman terus dilakukan oleh tim gabungan,” kata Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas pada Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Sarif Hidayat saat dihubungi melalui telepon selulernya di Probolinggo, Selasa (12/9) malam.

Menurutnya sejumlah titik api berhasil dipadamkan di kawasan hutan yang dapat dijangkau seperti padang rumput atau savana Bukit Teletubbies dengan menggunakan alat manual seadanya dan semprotan air, serta membuat aliran api agar tidak merembet ke kawasan lainnya.

“Awalnya titik api berasal dari Watu Kuto, kemudian angin yang cukup kencang menyebabkan api merembet ke padang savana Bukit Teletubbies hingga ke tebing yang berada di Bantengan,” tuturnya.

Ia mengatakan sebanyak 90 personel dilibatkan dalam upaya pemadaman kebakaran pada Senin (11/9) yang terdiri dari petugas TNBTS, TNI, Polri, dan masyarakat, namun pada Selasa ini ditambah lagi personel menjadi 100 orang dengan melibatkan Tagana dari Malang.

“Cuaca yang cukup panas dan kering, ditambah dengan banyaknya batang dan daun kering yang menumpuk akibat tahun lalu tidak ada kebakaran hutan di sana, serta angin kencang mempercepat api menjalar di kawasan hutan Bromo,” katanya.

Kawasan padang rumput Bukit Teletubbies, lanjut dia, merupakan kawasan yang rentan terhadap kebakaran hutan karena banyak tumbuhan yang kering dan mudah terbakar seperti cemara gunung dan alang-alang.

“Penyebab kebakaran hutan di Bromo diduga karena faktor manusia seperti kelalaian pengunjung atau masyarakat yang membuang puntung rokok di sembarang tempat karena awal titik api kebakaran sering dilewati pengunjung maupun masyarakat,” ujarnya.

Informasi yang dihimpun di lapangan, kebakaran padang rumput di sekitar Bukit Teletubbies yang merupakan kawasan Gunung Bromo terdeteksi sejak Senin (11/9) sekitar pukul 11.00 WIB dari laporan pengunjung, sehingga pihak TNBTS secara optimal melibatkan sejumlah pihak untuk memadamkan kebakaran tersebut.

Hutan Gunung Bromo yang berada di hutan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru memiliki luas mencapai 50.276,20 hektare dan beberapa lokasi hutan di kawasan tersebut rentan terjadi kebakaran.(rol/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini