Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Kata Wapres JK Soal Status Tersangka Setnov

18 Jul 2017 // 12:17 // HEADLINE, HUKUM, HUKUM & KRIMINALITAS

jk

JAKARTA (suarakawan.com) – Wakil Presiden Jusuf Kalla menganggap penetapan Setya Novanto sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) adalah konsekuensi atas perbuatan tercela. Pemerintah mendukung proses hukum yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas kasus tersebut.

“Apa yang terjadi kepada Ketua Golkar (Setya Novanto) itu adalah hal yang biasa. Atas segala perbuatan yang tercela, pasti ada sanksinya,” kata Kalla setelah meninjau pedepokan voli di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Selasa (18/7).

Kalla, yang juga politikus senior Partai Golkar, meyakini partai beringin tersebut akan taat pada proses hukum yang berlangsung di KPK. “Kami menghormati proses hukum dan Golkar akan selalu taat pada proses itu,” katanya.

KPK menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP pada Senin sore, 17 Juli 2017. Pengumuman penetapan tersebut dilakukan Ketua KPK Agus Rahardjo.

Kalla mengatakan kasus yang dihadapi Setya Novanto adalah konsekuensi dari perbuatannya. “Jadi konsekuensi saja ini dari segala perbuatannya,” ucapnya. Dia menambahkan, pemerintah pasti mendukung segala proses hukum yang dilakukan KPK.

Saat ditanya posisi Setya Novanto sebagai Ketua Umum Golkar dan Ketua DPR, Kalla enggan menanggapinya. Dia hanya melambaikan tangan sambil berlalu.(tc/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini