Kasus Warga Mojokerto Bukan Teorisme

Kapolres Mojokerto AKBP Prasetijo Utomo

SURABAYA  (suarakawan.com)-Motif kasus yang menimpa Fran warga dusun Nggelang Kulon Mojosari,Mojokerto sudah menunjukkan titik terang. Menurut Kapolres Mojokerto AKBP Prasetijo Utomo kasus ini murni urusan bisnis mobil tidak terkait terorisme.

“Berdasarkan hasil penyelidikan anggota di lapangan dan keterangan dari saksi-saksi,masalah ini dilatar belakangi oleh urusan bisnis.Fran di duga belum mengembalikan dua unit mobil avanza yang di pinjamnya dari sebuah Rent Car  sehingga pihak pemilik mobil berupaya untuk menagih dua mobil tersebut,” ujar Prasetijo Utomo saat di konfirmasi melalui selulernya, Minggu (12/06)

Alumni Akpol 91 ini menambahkan kronologis kejadian diawali pada kemarin, Sabtu (11/06) jam 08.00 WIB, saat ke empat penagih dari pihak Rent Car mendatangi SDN Manunggal Mojokerto untuk mencari istri Fran,yakni Nunik.

“Pelaku mencari istri Fran untuk menunjukkan alamat dan rumah kontrakan yang baru,” ujar Prasetijo.

AKBP Prasetijo Utomo menambahkan, setelah tiba di rumah kontrakan Fran pelaku masuk dan menanyakan keberadaan dua buah unit mobil avanza milik Rent Car,karena Fran masih belum bisa menunjukkan keberadaan mobil, oleh pelaku yang saat itu berjumlah 7 orang, Fran kemudian dimasukkan paksa kedalam sebuah mobil Avanza Silver.

“Hingga saat ini kasus ini masih dalam pengembangan untuk mencari keberadaan Fran serta orang-orang yang membawanya masuk dalam  mobil tersebut,”jelas AKBP Prasetijo Utomo.(wis/nas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *