Kasus Taufik ‘Monyong’ vs RSU dr Soetomo Lanjut

SURABAYA – Pertikian antara seniman asal Surabaya, Taufik ‘Monyong’ dengan RSU dr Soetomo Surabaya tidak akan berakhir damai dengan saling memaafkan alias 86.

“Kita tetap teruskan. Apalagi mereka (RSU dr Soetomo) tidak ada itikad baik kok,” tegas Kuasa Hukum Taufik ‘Monyong’, M Sholeh, Selasa (19/4).

Gugatan perdata sebesar Rp10 miliar terhadap RSU dr Soetomo tersebut belum didaftarkan ke Pengadilan Surabaya, karena masih membutuhkan waktu untuk menghitung jumlah kerugian materiil yang dialami akibat pengeroyokan yang diduga dilakukan petugas RSU dr Soetomo.

“Sampai saat ini nilai kerugian materiil masih menjadi bahan diskusi teman-teman maupun Taufik. Sehingga belum kita daftarkan,” kata M Sholeh.

Kerugiaan materiil tersebut, kata Sholeh, antara lain, kalung, gelang maupun kain ulos yang robek.  “Terakhir perkiraan nilai kerugiaan materiil yang dialami Taufik sebesar Rp 1 juta. Tapi masih belum dihitung secara pasti,” tambahnya.

Sebelumnya RSU dr Soetomo menyangkal adanya pengeroyokan dan pemukulan terhadap Taufik ‘Monyong’. Bahkan Taufik justru dituding yang melakukan pemukulan. Tuduhan itu berdasarkan hasil visum yang disampaikan Ketua Forum Pers RSU dr Soetomo, dr Urip Moertedjo.

Kepada wartawan dr Urip menyatakan bahwa petugas Satpol PP yang berusaha melerai terkena pukulan. Sedangkan visum Taufik tidak disebutkan adanya luka yang dialami akibat adanya pemukulan seperti yang dituduhkan.

Sementara versi Taufik ‘Monyong’ dihadapan Komisi E DPRD Jatim menyatakan bahwa kejadian itu berawal saat dirinya mengantar seorang pasien asal Madura bernama Tari yang menderita tumor pada leher dan paha.

Berhubung terlalu lama menunggu di ruang poli jantung untuk membayar, karena tersiar akibat kesalahan teknis pada komputer kasir, membuat Taufik tambah geram. Ia menyarankan agar sistem pembayaran dilakukan secara manual saja. Namun pegawai kasir justru memandang Taufik dengan sinis dan acuh tak acuh.

Sontak, petugas yang bernama Wika itu melayangkan bogem sebanyak dua kali ke wajah dan bibir Taufik. Tanpa dikomando sedikitnya 6 orang pegawai ikut mengeroyok Taufik.

Kalung dan kain ulos yang kemana-mana ikut bersama Taufik, putus dan sobek akibat dikeroyok. Tidak lama aksi tersebut dilerai oleh seorang tentara. Taufik pun langsung disuruh masuk ke sebuah ruangan bersama seorang polisi dan salah satu pegawai lain.

Taufik pun langsung melaporkan aksi pengeroyokan itu ke Polsek Gubeng, yang sebelumnya pegawai RSUD dr. Soetomo Surabaya itu meminta supaya diselesaikan secara musyawarah, namun ditolaknya. (ara)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Kasus Taufik ‘Monyong’ vs RSU dr Soetomo Lanjut"