Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Kasus Pria Dibakar Hidup-hidup di Bekasi Jadi Sorotan Media Internasional

10 Aug 2017 // 06:12 // HEADLINE, INTERNASIONAL, PERISTIWA

tewas

JAKARTA (suarakawan.com) – Insiden pria dibakar hidup-hidup yang dituduh mencuri amplifier di musala Kampung Cabang Empat, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, menuai keprihatinan dunia.

Melalui artikel “Man accused of stealing speakers from mosque beaten and burned alive by angry mob in Bekasi”, media Filipina Coconut mengangkat kisah tersebut. Menuliskan bahwa pada hari nahas itu, pria berusia 30 tahun bernama Alzahra alias Joya itu hendak meninggalkan Musala Al Hidayah dengan tiga amplifier.

Media Malaysia, Astro Awani, mengulas pendapat sang anak tentang ayahnya yang menjadi korban pembakaran melalui artikel “Why was dad grilled like a chicken?”.

Alif Saputra, putra sulung M Alzahra alias Joya masih sulit melupakan sosok ayahnya sepekan kepergian almarhum. Bocah berusia 4 tahun itu kerap menanyakan keberadaan sang ayah yang tewas dibakar hidup-hidup oleh warga.

Ia kerap bolak-balik mencari keberadaan ayahandanya yang meninggal akibat ulah massa setelah menuduhnya mencuri amplifier.

Menurut istri korban, Siti Jubaida (25), putranya itu sejatinya belum mengerti arti kematian. Alif hanya suka bertanya, mengapa ayah yang bekerja sebagai tukang reparasi sound system tersebut diamuk dan diperlakukan tak manusiawi.

Pertanyaan itu dilontarkan saat Alif dan ibunya menyekar pusara Alzahra alias Joya. “Abi kok dibakar, emang ayam,” kata Jubaida menirukan ucapan Alif.

Secara perlahan, perempuan yang tengah mengandung 6 bulan itu meneteskan air matanya. “Saya tak kuat, ia ngomong itu terus,” ucap Jubaida.

Media Malaysia lainnya, The Star, membuat video singkat terkait peristiwa tragis tersebut.

Dari Nigeria, Premium Times, juga ikut mengangkat kisah tragis tersebut. Melalui tulisan “Indonesian mob set man on fire for stealing mosque amplifier”, diulas bagaimana peristiwa itu terjadi.

M Alzahra alias Joya tewas mengenaskan. Joya menjadi korban amukan massa dan dibakar hidup-hidup setelah dituduh mencuri amplifier Musala Al-Hidayah di Babelan, Bekasi.

Dia meninggalkan istri yang tengah hamil dan seorang putra berusia 4 tahun. Bocah itu kerap menanyakan keberadaan sang ayah. Sang istri, Jubaidah meminta kepada penegak hukum agar para pengeroyok yang menewaskan Joya diproses secara adil.(lp6/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini