KASUS PENGEROYOKAN MARGOMULYO: Kedua Korban Murid Perguruan Silat SHT

SURABAYA (suarakawan.com) – Terkait pengeroyokan yang terjadi di Margomulyo Surabaya, polisi masih menyelidiki kasus tersebut. Dua korban, Yusuf (tewas) dan Agung (luka berat), merupakan anggota persilatan Setia Hati Terate (SHT). Sebab, di motor korban terdapat stiker pencak silat.

Meski demikian, Kanit Reskrim Polsek Asemrowo, AKP Nafan, belum memastikan apakah konflik tersdebut akibat konflik dalam persilatan atau tidak. Sebab, sejauh ini di Surabaya tidak ada kegiatan SHT.

Kamsri, ibu Agung juga membenarkan jika anaknya adalah murid SHT. Kamsri mengatakan bahwa kegiatan latihan SHT hanya dilakukan Agung di Bojonegoro, bukan di Surabaya. Kamsri juga menjelaskan bahwa selama tinggal di Surabaya bersama pakdenya di Jalan Dupak, Agung justru pendiam. Tidak pernah berbuat ulah. Agung sendiri bekerja di sebuah bengkel motor (bukan percetakan).

“Ya, mungkin saja anak saya salah sasaran. Bisa saja yang punya masalah itu temannya. Nah, pas lagi duduk bareng, jadi kena imbas,” ujar Kamsri di PHC, Kamis (01/03)

Kini, Agung sendiri masih dirawat di PHC dan menjalni oprasi akibat urat nadinya putus. Sementara beberapa bagian tubuhnya juga terkena bacok. (Bs/jto)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "KASUS PENGEROYOKAN MARGOMULYO: Kedua Korban Murid Perguruan Silat SHT"