Kapolres Kediri Kota Selidiki Penyimpangan Raskin

KEDIRI (suarakawan.com) – Terkait dengan kasus upaya bunuh diri dengan menenggak racun tikus yang menimpa keluarga miskin beberapa waktu lalu.

Oleh karena itu, Kapolres Kediri Kota AKBP Ratno Kuncoro segera akan menyelidiki kemungkinan adanya dugaan penyimpangan distribusi raskin di Kota Kediri.

Demikian disampaikan AKBP Ratno Kuncoro kepada suarakawan.com, lewat pesan pendeknya, Selasa (25/12).

Menurutnya, pihaknya akan berkolaborasi dengan Bulog dan Pemkot Kediri untuk mengusut siapapun yang terbukti menyalahgunakan Raskin.

“Korban bunuh diri karena cuma beras tinggal secangkir. Ini pasti ada permasalahan,” jelasnya

Sekedar diketahui, terungkapnya dugaan penyalahgunaan Raskin saat Kapolres Kediri Kota mengunjungi Tri Kurniawati (korban bunuh diri yang mengajak anaknya) di RSUD Gambiran Kota Kediri, Selasa (25/12) siang.

“Betul pak. Pembagian Raskin ada tebang pilih yang dibagikan biasanya yang kenal dengan perangkat kelurahan. Kalau kita (warga lain) dapat biasanya jatahnya disunat tinggal 10 Kg dari yang semestinya 20 kg,” ujar warga miskin kepada Kapolres Kediri Kota.

Sementara itu, Tri Kurniawati (korban) mengatakan dia tidak pernah menerima Raskin. Dia kos di luar kelurahannya, dan tidak pernah disambangi perangkat kelurahan padahal dia warga Kota Kediri yang ber-KTP.

Tak hanya Tri Kurniawati, keluhan yang sama disampaikan beberapa pasien miskin di RSUD Gambiran tadi bahwa beberapa orang yang seharusnya tidak menerima raskin, tapi menerima.

“Kita lakukan upaya ini, untuk mencegah jangan sampai ada kasus yg sama di kemudian hari,” pungkas Kapolres Kediri Kota. (pen/era)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Kapolres Kediri Kota Selidiki Penyimpangan Raskin"