Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

‘Kapal Bahtera Nabi Nuh’ Hadir di Kota Semarang

02 Apr 2017 // 20:47 // HEADLINE, HOBI & PARIWISATA

IMG-20170402-WA0006

SEMARANG (suarakawan.com) – Jika berkunjung ke Semarang jangan lupa mampir ke masjid unik ini. Disebutnya “Masjid Kapal Bahtera NabiNuh” . Ya, disebut masjid kapal karena bentuknya seperti kapal. Persisnya menggambarkan kapal Bahtera Nabi Nuhyang menyelamatkan umatnya saat negerinya diterjang banjir bandang. 

Masjid unik ini berada di kampung pinggiran Semarang wilayah Barat. Tepatnya di Jalan Kyai Padak RT 5/RW 5, Kelurahan Podorejo Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang, Jawa Tengah. Sekitar 15 kilometer dari bandara A Yani. Dari bundaran Kalibanteng ke arah barat melewati UIN Semarang menuju BSB belok ke kanan. Di kampung dekat hutan itulah seorang kyai bernama Achmad membangun masjid unik ini seluas 2.500 meter persegi.

Bentuknya mirip kapal memanjang berlantai tiga. Karena keunikannya, masjid ini langsung viral di media sosial. Orang-orang mengunjunginya. ” Masjid Kapal” ini dibangun berlantai tiga. Lantai pertama ruang pertemuan, lantai dua untuk masjid, dan lantai tiga untuk aktivitas mengajar dan balai kerja.

Husein, orang yang dipercaya mengawasi proyek masjid menjelaskan pemilik masjid Kyai Achmad memang punya mimpi membuat masjid mirip kapal Nabi Nuh.

“Jadi sambil mengingat sejarah, untuk kembali mengajak mengingat Tuhan, maka dibuatlah masjid ini. Proses pembangunan sudah 90 persen,” katanya.

Pesan Kyai Achmad jika masjid sudah jadi bisa dimanfaatkan warga secara gratis untuk pertemuan, hajatan, atau resepsi pernikahan. Kyai Achmad merupakan ulama Semarang yang juga seorang guruagama. Masjid seluas 2.500 meter persegi itu dibangun layaknya perahu dengan panjang 50 m, lebar 17 meter, dan tinggi 14 meter. Memiliki bentuk kapal besar lengkap dengan jendela berbentuk bulat, puritan, haluan, dan aksesoris kapal lainnya.

Masjid ini akan dinamai As-Safinatun Najah oleh pemiliknya. Nanti akan ada bangunan klinik di sebelah kiri, dan asrama putri di belakang. Selama pengerjaan telah melibatkan 40 tukang, dan sudah berlangsung 1,5 tahun.  Bahan bangunanbatu bata dengan total biaya sudah Rp 5,5 miliar.

“Jadi nanti bangunan kapal memiliki enam pintu utama di samping kanan dan kiri dan memiliki 74 bendera berbentuk bulat, digambar oleh seorang arsitek,” katanya dikutip dari keterangan pers tertulis, Senin (20/3) lalu. (dbs/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini