Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Kantornya Dikepung Massa, YLBHI Apresiasi Perlindungan Polisi

18 Sep 2017 // 09:12 // HEADLINE, HUKUM, HUKUM & KRIMINALITAS

police line2

JAKARTA (suarakawan.com) – Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) memberi apresiasi kepada polisi yang memberi perlindungan dalam kasus pengepungan massa di kantornya di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, sejak Minggu (17/9) sampai Senin (18/9) dini hari. Menurut YLBHI pengepungan itu terjadi karena penyebaran berita bohong diskusi mengenai PKI.

“LBH-YLBHI mengucapkan terima kasih atas respons dan perlindungan aparat Kepolisian malam ini, melindungi rekan-rekan di dalam gedung, menjelaskan kepada massa tentang acara yang sebenarnya,” demikian keterangan tertulis, Senin (18/9).

YLBHI membantah menyelenggarakan diskusi yang mengarah pada bangkitnya komunisme. “Tidak ada sama sekali diskusi atau kongres tentang komunisme. Acara yang kami selenggarakan murni diskusi sejarah dan pentas seni yang menampilkan beberapa seniman,” kata Yunita dari YLBHI, Senin (18/9) dini hari.

Kapolres Jakarta Pusat Kombes Suyudi Ario Seto juga menegaskan tidak ada diskusi yang membahas kebangkitan PKI atau paham komunisme. Dalam proses mediasi dengan perwakilan massa, kapolres berjanji akan mengawal masalah ini serta akan memproses secara hukum apabila memang ada upaya menghidupkan lagi komunisme seperti yang dituduhkan massa.

“Biarkan yang di dalam pulang, kami akan kawal masalah ini. Kita ini di negara hukum,” katanya kepada massa.

Saat pengepungan kantor YLBHI Minggu (17/9) malam, massa menolak hal-hal terkait komunisme di sekitar gedung YLBHI. Massa melemparkan benda-benda keras, seperti batu dan botol ke arah gedung. Aksi tersebut sempat ricuh dan aparat Kepolisian menembakkan gas air mata kepada kerumunan masyarakat. Sekitar pukul 02.00 WIB Senin (18/9), massa mulai meninggalkan kantor YLBHI.(bs/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini