Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Kanker Ini Intai Para Pekerja Malam

22 Jul 2017 // 18:22 // HEADLINE, KESEHATAN

nuxterini-ergasia

JAKARTA (suarakawan.com) – Tuntutan pekerjaan terkadang membuat Anda, khususnya para pria, harus mengambil waktu lebih untuk bekerja atau lembur. Bahkan terkadang, beberapa profesi pekerjaan mengharuskan Anda bekerja pada malam hari. Hal ini tentunya akan memengaruhi rutinitas kehidupan Anda. Waktu malam yang biasanya digunakan untuk beristirahat, kini digunakan untuk beraktivitas layaknya pagi hingga sore hari. Lalu dampak kesehatan apa yang mungkin terjadi dengan tubuh bila Anda kerja pada malam hari?

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Quebec, Kanada, bekerja pada waktu malam meningkatkan risiko kanker prostat 3 kali lipat lebih besar bagi para pria, dibandingkan dengan mereka yang bekerja pada pagi hingga sore hari. Penelitian terbaru, yang juga diterbitkan dalam American Journal of Epidemiology ini melibatkan 3.137 laki-laki yang telah didiagnosis menderita kanker dengan 500 laki-laki tanpa penyakit apapun, menemukan fakta yang sama.

Pada penelitian ini juga ditemukan fakta bahwa pria yang teratur bekerja pada shift malam memiliki risiko dua kali lipat risiko kanker usus. Tak hanya berhenti sampai di situ, pada penelitian ini juga disebutkan, pria yang bekerja shift malam meningkatkan risiko kaker paru-paru hingga 76 persen dan kanker kandung kemih sebesar 70 persen.

Bekerja pada malam hari (shift malam) dapat membahayakan karena terjadi penekanan hormon melatonin dalam tubuh, yang diproduksi oleh kelenjar pineal otak dan berperan dalam pengaturan siklus tidur dan bangun tidur. Ketika lingkungan gelap, hormon melatonin diproduksi lebih banyak untuk membantu menginduksi tidur, dan biasanya memuncak pada tengah malam. Paparan cahaya malam hari dipercaya dapat menganggu produksi hormon melatonin dan menyebabkan serangkaian peristiwa di dalam tubuh yang dapat mendorong pertumbuhan tumor hingga kanker.

Kanker prostat adalah kanker nomor dua yang paling umum terjadi di kalangan laki-laki dan penyebab utama keenam kematian akibat kanker secara global dikalangan pria. Oleh karena itu, masalah kanker prostat tidak bisa dianggap sepele. Bila tuntutan pekerjaan memang mengharuskan bekerja pada malam hari, Anda bisa menyiasati gangguan kesehatan dengan mulai menerapkan gaya hidup yang sehat. Mulai dari mengatur ulang jam istirahat, makan makanan yang bergizi untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan berolahraga. (bs/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini