Kamboja Tuduh Thailand Rusak Candi

Tidak ada komentar 27 views

NONG KANNA –  Kamboja Senin (25/4) kemarin menuduh Thailand merusak candi di hutan perbatasan yang menjadi lokasi baku tembak. Konflik perbatasan itu telah menewaskan 12 tentara dan puluhan ribu warga desa di kedua sisi melarikan diri.

Baku tembak kembali terjadi kemarin siang dengan penembakan beberapa artileri. Kedua negara masih saling tuduh bahwa pihak lain yang menyulut kekerasan di perbatasan. Akibat konflik itu,warga di perbatasan kedua negara itu memilih mengungsi.

”Serangan Thailand mengakibatkan kerusakan candi. Kami belum tahu seberapa besar kerusakan pada candicandi itu,” papar juru bicara (jubir) Kementerian Pertahanan Kamboja Chhum Socheat, seperti dikutip AFP.

Juru bicara pemerintah Kamboja Phay Siphan mengatakan, ”Beberapa warga Thailand dibawa ke penjara karena menjadi mata-mata.” Namun,dia tidak memberi rincian lebih banyak. Tujuh tentara Kamboja dan lima tentara Thailand tewas dalam kekerasan itu. Beberapa tentara Kamboja hilang sejak Jumat (22/4). Sebanyak 20.000 warga sipil mengungsi di 16 kamp di wilayah Thailand dan sekitar 17.000 warga dievakuasi dari desa-desa di Kamboja.

Sedangkan beberapa warga masih bertahan di desa mereka untuk menjaga barang-barang mereka meski terancam serangan artileri. ”Saya takut berada di sini tapi saya harus di sini untuk menjaga desa kami agar tidak dijarah,” papar Suwech Yodsri, 47, di Desa Nong Kanna, Provinsi Surin, Thailand, lima kilometer dari perbatasan. Penduduk desa mengatakan, sejak Jumat (22/4) sebanyak 10 bom jatuh di desa.

Seorang pria yang membawa sepucuk senapan juga berpatroli di jalanan yang kosong dengan mengendarai sepeda motor. Pertempuran di perbatasan itu pertama kali terjadi pekan lalu, saat 10 orang tewas di dekat candi Preah Vihear yang berusia 900 tahun. Candi itu terletak 150 kilometer dari lokasi baku tembak saat ini. Baku tembak terjadi di saat kondisi politik yang sensitif di Thailand karena Perdana Menteri (PM) Abhisit Vejjajiva hendak membubarkan parlemen majelis rendah dalam waktu dekat untuk pemilu yang akan digelar pada awal Juli.

Dia berharap situasi perbatasan akan membaik sebelum Abhisit bertemu PM Kamboja Hun Sen di konferensi tingkat tinggi regional pada 7–8 Mei. ”Kami tidak ingin ini memburuk.Kami ingin kembali ke situasi normal segera karena ini memengaruhi warga di kedua negara,” tutur Abhisit. Thailand kembali mendorong dilakukan perundingan bilateral dengan Kamboja untuk menyelesaikan krisis perbatasan.

Namun, Kamboja lebih menginginkan jika penyelesaikan masalah perbatasan melibatkan mediator asing. Menteri Luar Negeri (Menlu) Kasit Piromya Thailand menolak memberi keterangan lebih jelas tentang sikap pemerintah terhadap peran mediator asing. ”Ini bukan sesuatu yang kami tentang.Ini isu sensitif,” katanya saat berada di lokasi pengungsian, 30 kilometer dari lokasi pertempuran perbatasan saat ini.

Kemarin Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa batal bertolak ke perbatasan Kamboja-Thailand untuk membahas kehadiran pengamat Indonesia untuk memastikan berjalannya kesepakatan gencatan senjata di antara kedua negara. Marty bertindak sebagai wakil Indonesia yang kini menjadi ketua Perhimpunan Negara Asia Tenggara. (afp-reuters/iza)

 

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Kamboja Tuduh Thailand Rusak Candi"