Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Kajari Pamekasan Terjerat OTT KPK

02 Aug 2017 // 13:22 // HEADLINE, HUKUM, HUKUM & KRIMINALITAS

KPK1

JAKARTA (suarakawan.com) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT). Kali ini dalam operasi senyap tersebut, lembaga antirasuah menangkap pejabat di Kejaksaan Negeri Pamekasan, Jawa Timur.

“Ya, benar ada kegiatan OTT tim di daerah Jawa Timur terkait dengan perkara hukum,” ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Rabu (2/8/).

Febri mengatakan, dalam OTT tersebut Tim Satgas mengamankan sejumlah orang. Namun Febri belum bisa merinci lebih detail lagi.

Sebagian masih dalam proses pemeriksaan. Kami belum bisa sampaikan informasi rinci karena tim masih di lapangan,” kata Febri.

Adapun menurut informasi, Tim Satgas KPK menangkap tangan Kepala Kejaksaan Negeri Pamekasan Rudy Indra bersama sejumlah pihak lainnya.

“Infonya iya (Kajari Pamekasan terjaring OTT),” kata salah satu pejabat KPK yang tak mau disebut namanya.

Selain mengamankan pejabat Korps Adhyaksa itu, Tim Satgas KPK juga turut menciduk Kepala Inspektorat Pamekasan dan dua stafnya, Kepala Desa Dasok serta Kepala Desa Mapper Tlanakan.

Dari informasi yang dihimpun, OTT KPK yang menjaring jaksa dan pejabat di Pemkab Pamekasan itu terkait penggelapan dan penggunaan dana Alokasi Dana Desa (ADD) Pamekasan tahun anggaran 2015-2016.

Mereka berenam yang tertangkap basah KPK masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Pamekasan.

KPK memiliki waktu 1×24 untuk melakukan pemeriksaan, sebelum menentukan status dari pihak-pihak yang diamankan itu.

“Sebagian masih dalam proses pemeriksaan,” ujar Febri.(cnn/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini