Kabid Diskominfo Bantah Lakukan Pelecehan Seksual

Adang Kusuma

SURABAYA (suarakawan.com) – Pemberitaan soal tuduhan pelecehan seksual yang menimpa Adang Kusuma Kabid Diskominfo kota Surabaya yang dilakukan oleh T salah satu staf outsourching di kantornya membuat istri Adang naik pitam. Bahkan demi kehormatan keluarga, istrinya menyarankan agar menuntut ke jalur hukum, walaupun harus menghadapi resiko jabatannya.

“Sejak kabar ini menjadi konsumsi media, saya memang sempat stres dan akhirnya terlambat pulang. Pas sampai dirumah dan menjelaskan ke istri sebab keterlambatan saya, dia malah emosi dan meminta saya untuk menuntutnya dengan mengesampingkan posisi dan jabatan, karena sudah menyangkut harga diri keluarga,” jelas Adang kepada wartawan, Minggu (29/06)

Adang mengaku tidak merasa telah melakukan tindakan yang mengarah ke pelecehan seksual kepada siapapun termasuk stafnya berinisial “T” tersebut.

Dirinya berkilah bahwa penglihatannya memang kurang karena kacamata yang dipakainya sudah minus 8 bahkan kini telah lebih, sehingga jika dirinya akan  melihat hasil kerja  stafnya di komputer harus mendekat.

“Mas, mata saya ini minus 8, jadi untuk melihat harus dengan cara mendekat, tetapi saya tidak merasa menyentuh badan atau tangannya, karena tujuan saya hanya melihat dan membaca apa yang ada dikomputernya, kalau hal itu yang dianggapnya sebagai pelecehan seksual, sangat tidak masuk akal, dan membingungkan saya,” jawab Adang kepada beberapa wartawan.

Bahkan Adang juga menegaskan kala itu diruangan juga banyak staf yang lain sehingga tidak mungkin dirinya melakukan tindakan itu apalagi menciumnya.”Silahkan tanya kepada semua staf yang kala itu juga berada diruangan yang sama,dan mereka siap bersaksi” imbuhnya.

Maksud dan tujuan Adang untuk mengklarifikasi ke beberapa insan media, semata-mata hanya ingin membersihkan namanya dari tuduhan yang sangat menyakiti sekaligus mencemarkan nama baik diri dan keluarganya.

Sementara itu, T yang mengaku telah mendapat pelecehan seksual dari atasannya menjadi sulit ditemui dan dihubungi. Suarakawan.com yang mencoba menghubungi ponsel wanita yang pernah menjadi reporter majalah pemkot Gapura ini tak pernah diangkat walau terdengar nada aktif. (nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Kabid Diskominfo Bantah Lakukan Pelecehan Seksual"