Jumlah Paud Di Jatim Masih Kurang

Tidak ada komentar 6 views

SURABAYA(suarakawan.com)– Dinas Pendidikan Jawa Timur melakukan sosialisasi dan permasyarakatan program paud (pendidikan anak usia dini) holistik yang bekerja sama dengan PKK Jawa Timur di gedung Dinas Pendidikan Jawa Timur, Sabtu (28/05).

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Harus, kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi atas semua pihak terkait dalam pengembangan anak usia dini, sehingga hasil akhir yang diharapkan adalah agar semua anak usia dini di Jawa Timur mendapatkan layanan yang bersifat holistik yaitu yang mencakup layanan gisi  dan kesehatan, stimulasi pendidikan serta pengasuhan dan perlindungan. Sebab, lanjut Harun, jika setiap anak mendapat layanan yang holistik seperti itu maka diyakini anak anak akan tumbuh dan berkembang secara optimal.

Diketahui juga bahwa perkembangan program paud non formal di Jawa Timur cukup ada peningkatan. Program yang mulai dikembangkan tahun 2002, saat ini telah terbentuk 13.357 lembaga, dengan melayani peserta didik 390.974 anak, dan dibina oleh 47.805 tenaga pendidik. Angka ini adalah tertinggi di Indonesia, oleh karena itu pemerintah pusat telah memberikan perhatian tertinggi untuk penyelenggaraan program paud tertinggi.

” Tapi kita tetap harus keras karena meski laju perkembangan program sudah sedemikian cepat, bahkan tercepat se Indonesia, angka partisipasi Paud se-Jawa Timur belum menggembirakan jika dibandingkan dengan jumlah anak usia 0-4 tahun yang mencapai 2.723.733 anak, maka angka partisipasi kita baru 14.35%,” terang Harun.

Jika dibandingkan dengan jumlah anak  usia 2-4 tahun, angka partisipasi masih juga belum ideal, baru mencapai 29,7%. Sedangkan angka partisipasi untuk anak usia 4-6 tahun yang digarap melalui paud formal telah mencapai 87,5%.

Dari data tersebut, bahwa angka partisipasi terendah ada pada usia 0-2 tahun. Untuk itu diknas Jatim mengusulkan agar melakukan trobosan dalam rangka mempercepat gerakan perluasan layanan paud holistik, dengan cara mensinergikan program paud dengan program posyandu. Sebab, jika seluruh posyandu sudah diintegrasikan dengan program paud, maka diperkirakan akan terdapat tambahan sekitar 833.140 anak utamanya yang berusia 0-2 tahun yang mendapat layanan paud holistik.(bs/nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Jumlah Paud Di Jatim Masih Kurang"