Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Jumlah Korban Tewas Bom Mobil Kabul Capai 90 Orang

01 Jun 2017 // 09:05 // HEADLINE, INTERNASIONAL, PERISTIWA

ilustrasi bom

KABUL (suarakawan.com) – Korban bom mobil Kabul yang mengguncang zona diplomatik Afganistan Rabu lalu bertambah menjadi 90 orang sementara 400 orang lainnya terluka.

Jumlah ini diperkirakan akan bertambah sementara operasi pencarian korban masih berlangsung.

“Dalam serangan dahsyat ini, 90 orang tewas dan 400 lainnya cedera termasuk perempuan dan anak-anak,” kata pusat media pemerintah.

Najib Danish, wakil juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afganistan mengatakan ledakan ini dipicu 1.500 kilogram bahan peledak yang diletakkan di dalam truk pembuang kotoran.

Presiden Afganistan Ashraf Ghani mengutuk serangan teror tersebut sebagai “tindakan pengecut.”

“Para teroris tak berhenti membunuh warga sipil tak berdosa, bahkan di saat Ramadan, bulan penuh ampunan,” ujar Ashraf Ghani.

Aziz Navin, pakar IT untuk laman TOLOnews, menjadi salah satu korban awal yang berhasil diidentifikasi.

Sementara korban tewas lain adalah Mohammed Nazir, sopir kendaraan kantor berita Inggris, BBC.

Serangan tersebut menandai situasi keamanan di Afghanistan yang semakin kacau sementara militer negara ini yang didukung Amerika Serikat kesulitan untuk mengatasi aksi pemberontakan.

Perlemahan militer Afghanistan ini diakibatkan oleh penurunan jumlah anggota karena tewas dalam pertempuran dan juga desersi.

Hingga beberapa jam setelah ledakan ini, petugas bantuan masih mencari jenazah dari puing-puing. Kebanyakan dari korban tidak bisa dikenali lagi sementara warga berusaha mencari sanak keluarga mereka.

Ledakan ini menyebabkan puluhan mobil yang hancur memenuhi jalanan sementara korban luka dan anak-anak sekolah yang panik berlarian untuk menyelamatkan diri.

Sejauh ini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan bom paling dasyat dalam sejarah Afganistan itu. Zabihullah Mujahid, juru bicara Taliban Afganistan mengatakan kepada Al Jazeera mereka tak terlibat dalam serangan itu.

Sementara badan intelijen Afghanistan menuding jaringan Haqqani yang beraliansi dengan Taliban bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Taliban, yang saat ini tengah terlibat dalam “serangan musim semi” tahunan telah terlibat dalam serangan itu dan mereka dengan keras mengecamnya.

Kelompok pemberontak itu sendiri jarang mengklaim bertanggung jawab atas serangan yang menewaskan sejumlah besar warga sipil.

Sebelumnya ISIS telah mengklaim bertanggung jawab atas beberapa pemboman di ibu kota Afghanistan, termasuk sebuah ledakan yang menargetkan konvoi NATO hingga menewaskan delapan orang pada awal bulan ini.

Suara bom mobil Kabul, yang meledak di dekat alun-alun Zanbaq, bergema ke seluruh wilayah ibu kota Afghanistan. Sebagian warga membandingkannya dengan guncangan gempa, karena sangat keras.(tc/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini