Jepang Tak Kapok Pakai Nuklir

PM Jepang Naoto Kan (afp)

TOKYO(suarakawan.com)-Pernah menderita dua kali karena nuklir saat di bom atom oleh Amerika tahun 1945 dan kebocoran PLTN Fukushima akibat gempa dan tsunami 11 Maret silam ternyata tak membuat pemerintah Jepang kapok.

Terbaru, Perdana Menteri Jepang Naoto Kan menegaskan bahwa tenaga nuklir akan tetap menjadi bagian penting dari kebijakan energi Jepang, tetapi pemerintah akan review pengawasan industri setelah krisis terburuk  sejak atom Chernobyl.

Perdana Menteri itu mengatakan sebuah komisi khusus akan menyelidiki krisis yang terjadi  setelah tsunami menghancurkan sistem pendinginan pabrik nuklir Fukushima Daiichi pada 11 Maret, yang menyebabkan kebocoran reaktor dan radiasi bocor ke lingkungan.

“Komisi penyidikan terhadap kecelakaan, yang akan segera memulai rapat, harus mendiskusikan cara Jepang mengelola kebijakan nuklirnya,” kata Kan, menambahkan bahwa ia berharap “untuk meletakkan arah dasar untuk reformasi menyeluruh”.

Tapi Kan mendukung prinsip tenaga nuklir, mengatakan kepada wartawan: “Jika kita datang dengan cara-cara baru untuk menggunakan tenaga atom lebih aman … kita alami akan memanfaatkan tenaga atom lebih lanjut.

Kan mengumumkan bahwa reaktor saat ini dihentikan untuk rutin check-up di seluruh bangsa dan akan diizinkan untuk melanjutkan operasi jika mereka dianggap aman.

Tapi oposisi lokal untuk me-restart reaktor tersebut telah berkembang sejak bencana. nomor tiga di dunia ekonomi menghasilkan sekitar 30 persen dari daya dari pembangkit nuklir.

“Sampai saat ini, kebijakan energi Jepang dibangun dengan dua pilar utama dari bahan bakar fosil dan nuklir,” kata Kan. “Selain itu, kita harus menambahkan dua pilar lebih dari alam (terbarukan) energi dan penghematan energi.” pungkasnya. (cna/jto/nas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *