Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Jember Peringkat Terendah Layanan Informasi

images

SURABAYA (suarakawan.com) – Ketua Komisi Informasi Jawa Timur Ketty Tri Setyorini mengatakan Kabupaten Jember menduduki peringkat terendah dalam keterbukaan pelayanan informasi kepada masyarakat pada tahun 2016.

“Jember menduduki peringkat terbawah dari 38 kabupaten/kota di Jatim pada tahun ini dan peringkat tersebut menurun dibandingkan pada tahun 2015 yang menduduki peringkat 34,” kata Ketua KI Jatim Ketty Tri Setyorini.

Dari peringkat terendah layanan informasi yang dilansir KI Jatim kepada sejumlah media menyebutkan Kabupaten Jember berada di bawah Kabupaten Nganjuk, Madiun, Sidoarjo, dan Situbondo.

Menurutnya, KI Jatim memberikan penghargaan atas layanan informasi kepada sejumlah pihak dengan kategori sistem layanan informasi, meja layanan, website, inisiator penggerak keterbukaan informasi di pemerintahan desa, kepatuhan melaporkan informasi dan pendorong keterbukaan informasi publik.

“Dari berbagai kategori itu, tidak satupun yang diraih oleh Pemkab Jember. Padahal tahun lalu, kami sudah melakukan visitasi terhadap pejabat pengelola informasi dan dokumentasi (PPID) agar berbenah untuk memperbaiki keterbukaan pelayanan informasi,” ucap mantan Ketua KPU Jember itu.

Ia menjelaskan KI Jatim melakukan berbagai penilaian website resmi pemerintah kabupaten/kota di Jatim sesuai dengan Peraturan Informasi Nomor 1 Tahun 2010 tentang Standar Layanan Informasi Publik.

“Kami tidak bisa menemukan hal-hal yang kami cari sesuai yang diatur dalam peraturan tersebut karena situs resmi Pemkab Jember kurang lengkap seperti tidak ada profil pejabat, neraca, ringkasan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) dan daftar informasi publik lain yang sangat dibutuhkan masyarakat,” katanya.

Berdasarkan data KI Jatim menyebutkan penerima penghargaan PPID Award 2016 di antaranya kategori sistem layanan informasi SKPD Pemprov Jatim yakni diraih oleh RS Saiful Anwar dengan nilai 93,3, kemudian Dinas Kesehatan (93) dan Dinas Pendidikan (87,2).

Kemudian kategori sistem layanan informasi kabupaten/kota diraih oleh Kabupaten Blitar dengan nilai 100, peringkat kedua Kabupaten Bojonegoro dengan nilai 98,75, Kabupaten Banyuwangi (90,83), Kabupaten Pamekasan (89,50), Kabupaten Blitar (81,58), dan peringkat keenam diduduki oleh Kota Surabaya dengan nilai 80,50.

Selanjutnya kategori Kepatuhan Melaporkan Layanan Informasi kabupaten/kota diraih oleh Kota Blitar, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Bojonegoro.

Sementara Kabag Humas Pemkab Jember Sri Wahyuni saat dikonfirmasi sejumlah media mengatakan PPID di Jember seakan mati suri dan pihaknya mengaku belum bisa berbenah untuk mengoptimalkan PPID karena masih menjabat beberapa waktu lalu.

“Kami masih menunggu pelaksanaan Perda Pembentukan dan Struktur Perangkat Daerah karena nantinya PPID akan melekat kepada Dinas Komunikasi dan Informasi Jember,” katanya.(ant/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini