Jelang Ramadhan, Shalawat Ingatkan PSK Kremil

peserta pawai melewati sebuah cafe di lokalisasi Kremil

SURABAYA (suarakawan.com) – Menyambut Ramadhan 1432H yang tinggal hitungan jari, para SMP Bina Karya menggelar aksi simpatik berupa pawai yang dibalut dengan nuansa jalan sehat ber-shalawat. Menariknya, pawai simpatik yang memang sengaja digelar dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1432H ini mengambil rute mengelilingi kompleks Lokalisasi Kremil yang terletak di kawasan Utara Surabaya.

Mengenakan pakaian batik serta kerudung bagi para siswi dan kopiah bagi para siswa, mereka mengumandangkan shalawatan sambil membawa aneka poster yang berisikan ajakan untuk bersiap mensucikan diri serta tak lupa untuk menunaikan ibadah puasa di bulan yang penuh rahmad dan ampunan tersebut.

Poster-poster tersebut diantaranya bertuliskan: “Tak Peduli yang Kotor dan yang mengaku Bersih, Sambut Ramadhan dengan Hati yang Suci”, “Sambut Hari yang Fitri dengan Hati yang Suci”, dan “Tingkatkan Saldo Iman Anda sebelum Masa Aktif Hidup Anda Habis”.

Menurut Daniel Lukas Rorong, Humas Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan Bina Karya, tulisan pada poster-poster tersebut memang khusus ditujukan untuk para Pekerja Seks Komersial (PSK) dan Mucikari yang ada di Lokalisasi Kremil.

“Selain mengingatkan mereka bahwa bulan suci Ramadhan 1432H akan segera tiba, kami juga mengharapkan agar mereka (PSK dan Mucikari) dapat memanfaatkan bulan penuh ampunan tersebut untuk kembali ke jalan-NYA yang lurus,” kata Daniel sembari menambahkan bahwa aksi simpatik ini dilakukan sebagai bentuk latihan kepedulian terhadap sesama untuk saling mengingatkan.

Tak hanya jalan sehat bershalawat, namun sepanjang perjalanan, pawai simpatik ini juga dimeriahkan penampilan Hadrah dari siswa SMP Bina Karya. Alunan musik Islami pun mengumandang sembari mengingatkan pada masyarakat Lokalisasi Kremil khususnya para PSK dan Mucikarinya bahwa bulan suci Ramadhan 1432H akan segera tiba.

Daniel berharap agar apa yang dilakukan anak didiknya tersebut dapat menggugah kesadaran dan keimanan pada masyarakat Lokalisasi Kremil khususnya para PSK dan Mucikarinya.

“Selain itu, sebagai bentuk latihan kepedulian untuk para siswa agar sejak dini peduli terhadap sesamanya, diantaranya mengingatkan akan datangnya bulan suci Ramadhan yang tinggal beberapa hari lagi,” papar Daniel yang berharap agar masyarakat luas tidak memandang “sebelah mata” terhadap warga khususnya anak-anak yang tinggal di kompleks Lokalisasi Kremil.

“Meski sekolah dan anak didik kami berada di tengah-tengah kompleks lokalisasi ini, tapi mereka juga punya masa depan dan cita-cita yang tinggi,” ungkap Daniel yang berharap agar pemerintah lebih mempedulikan lagi “nasib” anak-anak yang bermukim di lokalisasi, mengingat banyaknya kompleksitas permasalahan yang terjadi di kompleks pelacuran.(jto/nas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *