Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Jelang Ramadhan, Harga Bawang PutIh Terus Melejit

07 May 2017 // 20:41 // EKONOMI, HEADLINE

download (18)

MALANG (suarakawan.com) – Menjelang masuknya bulan Ramadhan, sejumlah komoditas di Pasar Besar Malang mengalami kenaikan harga. Sejak sepekan terakhir, harga bawang putih terus merangkak naik. Pada Minggu (7/5) harga bawang putih mencapai Rp 45 ribu per kilogram dari yang biasanya hanya Rp 32 ribu per kilogram. Namun, para pedagang tak tahu penyebab kenaikan harga tersebut.

Seorang pedagang bumbu dapur di Pasar Besar Malang, Agus menuturkan selain bawang putih, bawang bombay juga ikut mengalami kenaikan harga. Bawang bombay yang biasa dijual Rp 12 ribu per kilogram kini menjadi Rp 16 ribu per kilogram.

“Sudah seperti tradisi setiap jelang Ramadhan harga-harga naik tapi nanti pekan pertama bulan puasa normal lagi,” kata Agus di kiosnya, Minggu.

Kenaikan harga itu juga diikuti cabai rawit merah. Dalam tiga hari terakhir, harga cabai rawit merah merangkak dari Rp 50 ribu menjadi Rp 60 ribu per kilogram.

Ia mengaku tak mengetahui apa penyebab naiknya harga bawang dan cabai tiap menyongsong Ramadhan. “Entah ada permainan tengkulak atau apa kami tak tahu karena ketika kulakan di Pasar Induk Gadang harga sudah naik,” ujarnya.

Melonjaknya harga bawang membuat Agus mengurangi pasokan barang dagangan sebagai antisipasi jika pembeli berkurang. Pada harga normal, ia biasa membeli hingga 50 kilogram bawang putih per hari untuk dijual lagi. Namun belakangan ini ia hanya membeli sekitar 30 kilogram.

Dalam pengamatan Agus, kenaikan harga terjadi rata-rata pada bawang yang diimpor. Sedangkan komoditas hasil lokal seperti bawang merah cenderung stabil. “Bawang merah malah turun dari Rp 35 ribu per kilogram sekarang jadi Rp 28 ribu per kilogram,” ujarnya.

Kenaikan harga bawang putih juga terjadi di pasar tradisional Kota Bandar Lampung. Kenaikan tertinggi terjadi pada bawang putih menembus harga Rp 70 ribu per kg, padahal sepekan sebelumnya masih di kisaran Rp 55 ribu hingga Rp 60 ribu per kg.

Pemantauan di Pasar Pasir Gintung dan Pasar Induk Tamin, harga bumbu kebutuhan dapur mengalami kenaikan tertinggi dibandingkan harga bahan pokok lainnya menjelang bulan Ramadhan mendatang. Bawang putih mengalami kenaikan harga drastis pada bulan ini menjadi Rp 70 ribu per kg. Pada bulan sebelumnya, harga bawang putih masih bertahan pada kisaran Rp 50 ribu – Rp 55 ribu per kg.

Sedangkan bawang merah juga mengalami kenaikan, tetapi belum terlalu signifikan. Pedagang menjual bawang merah Rp 30 ribu per kg, sebelumnya hanya Rp 25 ribu–Rp 28 ribu per kg. Menurut Iwan, penjual kebutuhan dapur rumah tangga di Pasar Induk Tamin, kenaikan bawang selalu terjadi menjelang bulan Ramadhan setiap tahun. Kenaikan terparah saat ini untuk bawang putih. Ia mengaku tidak mengetahui penyebabnya karena pasokan bawang putih masih lancar dan banyak. “Saya tidak tahu (penyebab) kenaikan bisa naik tinggi,” tuturnya. (rol/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini