Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Jelang Ramadan, Harga Bawang Putih dan Telur di Jatim Meroket

17 May 2017 // 13:19 // EKONOMI, HEADLINE

telur

SURABAYA (suarakawan.com) – Harga bawang putih di tiga kota di Jatim, yakni Surabaya, Malang dan Jember yang sebelumnya stabil pada harga Rp 35.000 per kilogram (/kg), kini menjelang bulan suci Ramadan, terus meroket dua kali lipat menjadi Rp 60.000/kg. Bahkan untuk daerah Madiun dan sekitarnya, harga bawang putih sudah melejit menjadi Rp 70.000/kg.

Kenaikan harga kali ini dirasakan tidak biasa, sebab komoditas bawang putih tak sepenuhnya terpengaruh musim tanam di Tanah Air.

“Kan selama ini bawang putih kita impor dari China, Thailand dan India, sehingga harga di pasaran bisa stabil mengingat importnya juga lancar-lancar saja. Kita belum bisa memastikan, apakah menjelang Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran nanti masih akan naik lagi,” ujar Ketua Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) Jatim, Aru Armando.

Menurut dia, dari hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan KPPU Jatim menunjukan tak ada penumpukan di gudang masing-masing investor. Sehingga KPPU Jatim pun kesulitan untuk menelusurinya kendati pihaknya sudah memeriksa para pemilik gudang bawang putih.

Bahkan, kini sedang melakukan pemetaan para importir karena Surabaya sebagai pintu masuk bagi bawang putih dari Tiongkok.

“Sedikitnya ada 50 pengusaha importir bawang putih akan kita mintai keterangan guna mencari sumber masalah di balik naiknya harga bawang putih yang tidak biasa kali ini,” ujarnya sambil membenarkan, bahwa upaya pemerintah untuk menstabilkan harga bawang putih, telur, gula dan minyak goreng dalam beberapa waktu terakhir masih belum membawa hasil.

Ia menekankan, pengendalian harga bisa dilakukan pemerintah biasanya melalui subsidi biaya tarnsportasi.

Menurut Armando, kalau harga minyak goreng dan gula sudah ada patokan harga eceran tertinggi (HET), tetapi untuk komoditas bawang putih dan telur belum ada. “Makanya harga untuk komoditas yang belum ada HET-nya bisa menjadi liar,” tandas dia.

Harga telur ayam yang semula stabil pada Rp 16.000/kg naik menjadi Rp 22.500/kg. Bahkan untuk daerah-daerah tertentu di Jatim ada yang sudah mematok bandrol Rp 25.000/kg. Lonjakan harga sembako tersebut akan relatif aman manakala. (bs/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini