Jatim kekurangan 1.102 Unit Hibah Cooper

Tidak ada komentar 18 views

kadis Pertanian

SURABAYA (suarakawan.com) – Guna memenuhi pupuk organik pada 2011 ini, Pemprov Jatim tengah menyiapkan penambahan alat pembuatnya yakni cooper. Kini dari alat yang telah dihibahkan hanya mampu menghasilkan 4.534.272 ton pupuk, sehingga masih kurang sekitar 2,5 juta ton. Untuk memenuhi kekurangan itu, jika tiap cooper bisa menghasilkan 2.304 ton, maka dibutuhkan tambahan hibah cooper sebanyak 1.102 unit.

Kepala Dinas Pertanian Jatim, Ir Wibowo Eko Putro saat dikonfrimasi, Selasa (02/08) mengatakan, pemenuhan unit tambahan hibah cooper itu bisa direalisasikan tahun ini. Namun, jika masih belum bisa terpenuhi semuanya, maka bisa dilanjutkan melalui anggaran tahun 2012.

Ia menuturkan, pembuatan satu unit alat tersebut senilai Rp 30 juta, dimana pada tahun 2010 telah dianggarkan Rp 18 milar yang menghasilkan sekitar 668 unit. Pada tahun 2009 pemprov telah membagikan alat sebanyak 660 unit. Dengan jumlah itu, tiap kecamatan di Jatim kini telah memiliki tiga unit alat untuk mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia.

“Hibah cooper mampu mengurangi ketergantugan petani pada pupuk kimia buatan pabrik. Bahkan kini penggunaan pupuk kimia oleh petani telah turun sebanyak 32 persen dan beralih menggunakan pupuk organik,” tuturnya.

Meningkatnya jumlah petani pengguna pupuk organik itu, lanjut dia, karena dengan lebih menguntungkan bagi petani. Selain itu, pupuk tersebut juga ramah lingkungan dan cara pembuatannya pun relatif mudah. Dengan bahan dasar kotoran ternak saja, satu unit granulator bisa membuat 500 kilogram butiran pupuk organik dalam waktu satu jam. (aca/nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Jatim kekurangan 1.102 Unit Hibah Cooper"