Jatim Hibahkan 2.000 Alat Pengukur Kadar Air Padi

kadis Pertanian Pemprov Jatim

SURABAYA (suarakawan.com) – Dinas Pertanian Provinsi Jatim akan hibah sebanyak 2.000 alat ukur kadar air hasil panen padi (moisture tester). Alat ini digunakan untuk meningkatkan produksi padi petani pada pasca panen

Kepala Dinas Pertanian Jatim, Ir Wibowo Ekoputro di Surabaya, Senin (08/08) mengatakan, pada tahap masa panen ini petani kerap dirugikan karena belum bisa mengukur sendiri kadar air dalam padi, sehingga membuat harganya jatuh.

Ia menuturkan, moisture tester ini alat yang sangat sensitif dalam mengukur perubahan kelembaban dan sangat efektif untuk mengetahui kadar air dalam padi atau tanaman lain, seperti gandum dan jagung.

Cara penggunaan alat yang berbentuk seperti tabung gelas ini cukup mudah. Untuk mengetahui kadar air padi, petani hanya tinggal memasukkan padi ke dalam moisture tester dan di dinding alat akan muncul angka dalam bentuk angka digital yang menunjukkan besaran kadar air padi.

Rencananya, hibah alat ini akan dibagikan pada KUD (Koperasi Unit Desa) dan Gapoktan (Gabungan Kelompok Petani). Guna memastikan KUD atau Gapoktan mana yang akan mendaptkan hibah alat tersebut, maka pihaknya menggandeng Puskud Jatim dan Dinas Koperasi dan UMKM Jatim.

“Kami menganggap Dinas Koperasi dan Puskud memiliki data dan paling kompeten untuk menentukan KUD atau Gapoktan yang layak dapat hibah,” tuturnya.

Selain itu, alasan mengapa alat dibagikan ke KUD karena pembagiannya menyesuaikan dengan harapan Gubernur jatim Dr H Soekarwo. Gubenrur meminta agar pihaknya bisa menghidupkan KUD yang masih baik dan membantu menaikkan kualitas gabah kering panen yang selama ini masih merugikan petani.

“Dengan hibah moisture tester ini diharapkan bisa mengatasi persoalan tersebut,” katanya. (aca)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Jatim Hibahkan 2.000 Alat Pengukur Kadar Air Padi"