Jaringan Pemasok Purel Luar Pulau Dibongkar Polrestabes Surabaya

SURABAYA (suarakawan.com) – Sebut saja namanya Sari (17) dan Eka (20). Keduanya menjadi korban trafiking yang kini ditangani unit PPA Polrestabes Surabaya.

Menurut Kanit PPA Polrestabes Surabaya, AKP Suratmi, peristiwa ini bermula dari perkenalannya dengan tersangka Musriani (22) alias Lusy pada 10 Februari lalu. Dua korban tersebut ditawari kerja sebagai pelayan restoran.

Keduanya sempat ditampung lima hari di rumah Lusy di Jalan Sidotopo. Dalam penampungan itu, keduanya memang diperlakukan sangat baik sehingga mereka menganggap Lusy sebagai penolong. “Namun, diam-diam Lusy menawarkan keduanya ke Bu Haji, pemilik cafe mesum Monalisa di Kupang, NTT,” ujar Suratmi, Jum’at (17/02).

Saat itu Lusy menawarkan kedua korban ke tersangka Bu Haji dengan harga Rp 5 juta. Namun setelah ada negosiasi, harga disepakati Rp 4 juta. Harga itu, lanjut, Suratmi belum termasuk tiket pesawat Lion Air Rp 1,5 juta.

Nah, pada saat bekerja di cafe, korban mengaku tidak kerasan, sebab lama kelamaan pekerjaannya menjurus ke pelacuran.

Kedua korban pun berusaha kabur. Sayang, tertangkap oleh orang suruhan Bu Haji dan harus menebus uang senilai Rp 3,7 juta . Meski tidak membayar uang tebusan, namun tindakan tersebut berhasil diungkap polisi setelah keluarga korban melapor. (Bs/jto)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Jaringan Pemasok Purel Luar Pulau Dibongkar Polrestabes Surabaya"